JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KARANGASEM
Typography

AMLAPURA - fajarbali.com | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem makin intens memberikan kesiapsiagaan antisipasi bencana. Sejumlah desa pun mulai menggelar simulasi bencana secara mandiri. Materi simulasi, diberikan sesuai potensi yang ada didesa masing-masing. 

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Arimbawa, Rabu (20/11/2019) , mengatakan, kesiapsiagaan dan penguatan kapasitas masyarakat desa dalam menghadapi bencana dilaksanakan secara mandiri. Pendanaanya, kata Arimbawa, bersumber melalui dana desa masing-masing. BPBD, sebutnya, hanya memfasilitasi pelaksanaan kegiatan. "Narasumbernya selain dari BPBD, ada juga dari Pos SAR, RSUD, dan Orari Karangasem," ujarnya. 

Arimbawa mengatakan, pada Rabu kemarin desa yang menggelar kesiapsiagan bencana yakni Desa Seraya Timur. Selain itu, Desa Bugbug juga terlebih dahulu memggelar simulasi kesiapsiagaan bencana. Rata-rata, katanya, kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari. "Masing-masing desa harus memahami potensi bencananya, sehingga materinya pun tidak sama," ujarnya lagi. 

Dikatakan Arimbawa, kesiapsiagaan bencana, sangat diperlukan apalagi menjelang musim penghujan. Secara umum, potensi bencana di desa selain tanah longsor, gempa bumi,pohon tumbang dan air bah. Selain itu, potensi lainya yang mengancam yakni erupsi Gunung Agung. "Jadi setelah ini, kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana meningkat, sehingga bisa mengurangi jatuhnya korban," ujarnya lagi.

Tahun ini, sebut Arimbawa,baru desa Bugbug sama Desa Seraya Timur, kecamatan Karangasem yang menggelar kegiatan ini. Hal ini karena dalam Permendes diatur dana desa bisa dipakai kegiatan penanggulangan bencana. Diharapkan, desa-desa lainya bisa mengikuti jejak dua desa yang telah menggelar kegiatan ini. "Harapanya seluruh Desa menggelarnya, apalagi di Karangasem potensi bencana merata di seluruh Desa," ujarnya lagi. (bud)