JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KARANGASEM
Typography

AMLAPURA - fajarbali.com | Setelah kejadian babi mati mendadak di Desa Besakih beberapa waktu lalu, kejadian serupa juga terjadi di desa Tenganan, kecamatan Manggis, Karangasem. Selain babi, hewan mati mendadak juga terjadi pada Anjing milik warga. Hal ini membuat resah masyarakat. 

 

 

Salah seorang peternak Babi asal Tenganan Pegeringsingan, Ni Wayan Rukmini, Kamis (20/2) kemarin, menyebutkan,  dari empat ekor babi miliknya, dua ekor mati secara mendadak. Sebelum mati, katanya, terlebih dahulu babi mengalami sakit, kemudian babi tak mau makan dan langsung mati. "Kejadianya seminggu sebelum Hari raya Galungan," ujar Rukmini. 

 

Bahkan, katanya lagi, saat ini masih menyisakan satu ekor dalam keadaan sakit. Sedangkan satu ekor lagi sudah dipotong terlebih dahulu sebelum mati. Rukmini mengaku, ciri-ciri sebelum babi miliknya mati, yakni kondisinya dalam keadaan sakit, dengan badan panas, serta bengong. Dalam beberapa hari sakit, babi mengalami kejang-kejang. "Yang satu sekarang masih sakit, jadi saya biarkan saja," ujarnya lagi. 

 

Pihaknya pun telah berupaya memberikan obat dengan harapan babi miliknya bisa sembuh. Akan tetapi, babi-babi tersebut tidak bisa diselamatkan. Tak hanya babi miliknya, babi milil warga lainya juga ada yang mati dengan kondisi yang sama. Bahkan, selain babi hewan anjing milik warga juga ada yang mati. "Diberikan suntikan penguat  tapi tidak berhasil, bahkan coba kasi telur juga tidak mempan," ujarnya lagi. 

 

Pihaknya sendiri mengaku tidak mengetahui jenis penyakit yang menyerang babi miliknya. Dikatakan, penyakit aneh itu baru kali ini terjadi pada babi miliknya. Tanda-tandanya, babi dalam kondisi panas, kejang - kejang, serta tidaak mau maakan hingga beberapa hari. "Ia saya takut juga, soalnya tanda-tandanya mirip sama kejadian di Badung dan Denpasar, babinya mati mendadak," ujarnya lagi. (bud).