JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Makin menjamurnya pedagang di luar pasar, mulai menuai sorotan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta. Senin (21/9), bupati menggelar rapat dengan instansi terkait seperti Satpol PP dan juga Dinas Perizinan, Perhubungan, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan. Muncul kekhawatiran, fenomema ini akan berdampak pada para pedagang kecil di pasar tradisional.

Dalam rapat tersebut, dipastikan bahwa Pemkab Klungkung segera akan mengambil tindakan terhadap banyaknya pedagang yang mengambil keuntungan dengan berjualan di luar pasar umum maupun pasar desa (tradisional). Mengingat banyak diantaranya yang tak memenuhi kewajibannya. Seperti membayar pajak, retribusi, parkir maupun retribusi sampah.

Dalam waktu dekat Bupati Suwirta akan menerjunkan tim untuk mengecek keberadaan para pedagang tersebut. Sekaligus mensosialisasikan agar mereka melengkapi segala perizinan dan memenuhi kewajibannya. “Mereka yang memiliki usaha besar berjualan di luar pasar tradisional harus membayar kewajiban kepada negara dan taat dengan peraturan yang ada,” ujar Bupati Suwirta.

Bupati menjelaskan, jika mereka semakin nyaman dengan tidak membayar retribusi maka semakin banyak nantinya pedagang yang mengikuti. Jika itu dibiarkan, dikhawatirkan pasar tradisional dan pasar desa yang ada di Kabupaten Klungkung lambat laun akan mati. “Kalau hal ini terjadi berkepanjangan, pasar tradisional kita akan sepi, semua pedagang besar-besar keluar dari pasar tradisional. Hal ini harus kita antisipasi betul, untuk melindungi pasar tradisonal, dan memberikan perlakuan yang sama kepada koperasi atau UMKN yang taat bayar pajak atau retribusi,” imbuhnya.

Sebagai tindakan awal, untuk saat ini Bupati Suwirta menugaskan agar instansi terkait memastikan keamanan parkir di sepanjang lokasi pedagang perjualan. Diiringi pula dengan menagih retribusi sampah demi kebersihan. (dia)