JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography
SEMARAPURA - fajarbali.com | Sejak aktivitas pelabuhan kembali dibuka dan penumpang tak harus menunjukkan surat keterangan rapid test, serbuan warga pendatang ke wilayah Kecamatan Nusa Penida, Klungkung semakin tinggi.



Hal ini membuat petugas trantib di Nusa Penida makin genjar melakukan penertiban duktang. Seperti Rabu (18/11/2020), petugas melakukan sidak duktang di Desa Batununggul. Hasilnya, 8 orang duktang asal Jember, Jawa Timur terciduk lantaran surat keterangan lapor diri mereka sudah tidak berlaku lagi.

Kasi Trantib Kecamatan Nusa Penida, I Dewa Nyoman Sujana menyanpaikan, sidak duktang kali ini difokuskan di wilayah Desa Batununggul. Selain melibatkan petugas Trantib, anggota Bhabinkantibmas dan Babinsa juga turut dilibatkan. Tim gabungan tersebut lantas menyisir lokasi-lokasi yang kerap ditinggali oleh penduduk pendatang.

"Sidak ini sejalan dengan Perda Nomor 3 Tahun 2015 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan," ujarnya.

Selain untuk tertib administrasi kependudukan, Sujana mengatakan sidak ini juga dilatari oleh peningkatakan jumlah penduduk pendatang yang masuk ke wilayah Nusa Penida. Tepatnya sejak pemerintah kembali membuka aktivitas di pelabuhan penyeberangan. Selain itu, saat ini calon penumpang juga tidak perlu lagi menunjukkan surat keterangan hasil rapid test. Sehingga hal itu memudahkan akses bagi duktang untuk masuk ke Nusa Penida.

Sepanjang penyisiran yang dilakukan, petugas berhasil menjaring 8 orang duktang. Mereka merupakan buruh bangunan yang bekerja di Br. Mentigi, Desa Batununggul. Selama bekerja di Nusa Penida, mereka tinggal sementara di rumah kos-kosan yang berada di Banjar Sampalan. Saat dicek kelengkapan administrasinya, kedelapan duktang yang berasal dari Jember, Jawa Timur ini memang sudah mengantongi surat lapor diri. Hanya saja, masa berlaku surat tersebut sudah melampaui batas atau kadaluwarsa.

"Surat tanda lapor dirinya ada, tapi sudah tidak berlaku. Jadi kami sarankan mereka untuk segera melengkapi administrasinya," ungkap Sujana seraya mengimbau pemilik proyek untuk selalu mengurus surat lapor diri pada pekerjanya di kantor desa setempat.

Sementara Camat Nusa Penida, Komang Widyasa Putra, membenarkan bahwa sejak new normal berlaku, serbuan duktang ke Nusa Penida semakin tinggi. Oleh karena itu, pihaknya mengaku sudah berkali-kali mengingatkan agar duktang yang memasuki wilayah Nusa Penida hendaknya memang warga yang benar-benar memiliki tujuan jelas dan dilengkapi dengan surat-surat administrasi kependudukan.

"Kita tetap memberikan pengawasan yang ketat terhadap warga khususnya pendatang yang tidak melengkapi indentitas dan tujuan yang jelas. Jika ada kita kembalikan dearah asalnya," tegasnya sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawasi. Jika ditemukan ada hal-hal yang mencurigakan, warga diharakpan agar segera melapor ke kantor desa.(dia).