JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography
SEMARAPURA-fajarbali.com | Beberapa anggota Polres Klungkung, Selasa (6/4) terjaring dalam razia Gaktiblin (Penegakan, Penertiban dan
Disiplin) yang digelar anggota Provost di Mapolres. Pelanggaran yang dilakukan bervariasi, ada yang berambut gondrong, ada pula yang masa berlaku SIMnya sudah habis. Para anggota yang tak disiplin itupun langsung dijatuhi hukuman push up.



Kapolres Klungkung, AKBP Bima Arya Viyasa melalui Kasi Propam, Ipda I Wayan Suartika melakukan razia seusai apel pimpinan di lapangan Mapolres. Selain memeriksa identitas diri seperti KTP, KTA, SIM dan STNK, dan seragam kepolisian, sikap tampang, memasuki daerah terlarang dan penyalahgunaan narkoba juga turut menjadi sasaran. Pemeriksaan tak hanya melibatkan anggota Polres Klungkung tetapi juga jajaran Polsek serta PNS Polri.

Baca Juga :
Nihil Hasil, Operasi Cipkon Tim Gabungan Polres Bangli Periksa Kendaraan Pada Malam Hari
Wabup Patriana Serahkan Bedah Rumah Bantuan BUMDes


IPDA I Wayan Suartika menjelaskan, operasi Gaktiblin ini dilaksanakan secara rutin setiap satu minggu sekali oleh Bagian Propam Polres Klungkung. Razia digelar secara acak tiap satuan fungsi ataupun menyeluruh untuk menertibkan personil yang belum tertib. Jika ditemukan pelanggaran, maka anggota Propam yang bertugas akan menindak tegas personil yang tidak mentaati peraturan yang telah ditetapkan.

Nah, sepanjang razia ini, anggota Propam mendapati beberapa anggota Polres Klungkung yang tidak disiplin. Diantaranya dari Sat Lantas Polres. Yang mana dua orang terjaring karena rambutnya gondrong dan satu orang lagi karena masa berlaku SIMnya sudah habis. Mereka dijatuhi sanksi bervariasi. Untuk anggota yang berambut gondrong disanksi push up, sementara untuk yang SIMnya mati diwajibkan untuk segera mengurus SIM sesuai ketentuan.

"Bagi anggota Polres yang terjaring razia operasi Gaktiblin tadi kita berikan tindakan disiplin berupa push up,” tegas Ipda I Wayan Suartika. (dia)