JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Petugas Kebersihan Lembur, Volume Meningkat 30 Persen 

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Kemeriahan malam pengerupukan di Kabupaten Klungkung rupanya menyisakan permasalahan baru. Yakni peningkatan volume sampah. Peningkatan bahkan mencapai 30 persen dibandingkan hari-hari biasa. Akibatnya, petugas Dinas Kebersihan harus 'lembur' untuk mengangkut sampah yang terlihat menumpuk hingga Minggu (18/3/2018) . 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung, A.A Kirana mengatakan, usai Pengerupukan volume sampah memang mengalami peningkatan. Puncaknya saat digelar parade Ogoh-ogoh di kawasan Catus Pata. Sampah-sampah itupun tak bisa langsung dibersihkan karena Hari Raya Nyepi. Menurut Agung Kirana, volume sampah meningkat hingga 30 persen. Jika di hari biasa volume sampah hanya mencapai 12 truk, tapi kini hingga siang hari saja sampah yang diangkut sudah mencapai 20 truk. 

 

Jumlah itupun belum mencakup keseluruhan. Lantaran untuk tahap pertama, pihaknya fokus untuk wilayah Kota Klungkung dan sekitarnya. Yakni sekitar Desa Kamasan, Gelgel, dan Kemoning. Sedangkan untuk tumpukan sampah di pantai akan ditangani Senin (18/3) hari ini. "Di pantai khusus Senin kami turunkan tim. Sementara fokus di kota dan sekitarnya," ungkapnya. 

 

Meski demikian, tumpukan sampah dipastikan akan secepatnya ditangani. Lantaran petugas kebersihan diterjunkan sejak pagi hingga sore hari. "Tadi pagi setelah kita pantau keseluruhan volume sampah meningkat 30 persen. Tapi kami kerja maksimal sampai sore ini petugas masih kerja di lapangan. Armadanya juga kita optimal pagi sekitar 12 truk dan sore 8 truk," ujarnya sekaligus mengatakan jajaranya memang cukup kewalahan untuk mengatasi permasalahan ini. 

 

Apalagi kini TPA Sente sudah tidak beroperasi lagi. Sehingga saat volume sampah meningkat, jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung harus mengirim sampah ke TPA Regional di Kabupaten Bangli atau ke TPA Suwung di Denpasar. 

"Sementara tetap di TPA regional baik di Suwung dan Bangli satu atau dua truk saja," imbuhnya. Sedangkan untuk desa yang sudah menggulirkan program Tempat Olah Sampah Sementara (TOSS), sampah diolah di masing-masing desa. W-019