JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography
SEMARAPURA-fajarbali.com | Harapan Kabupaten Klungkung untuk mempercepat proses vaksinasi Covid-19 nampaknya belum bisa direalisasikan. Bukan karena jumlah vaksin yang terbatas, tetapi karena mencuatnya berbagai informasi salah mengenai vaksin, sehingga masyarakat takut dan berimbas pada menurunnya antusiasme sasaran.

Hal ini dikhawatirkan menghambat capaian vaksinasi menuju zona hijau Covid-19. Jika target 70 persen tak tercapai, maka otomatis sektor pariwisata khususnya di Kabupaten Klungkung belum bisa dibuka kembali. Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, Selasa (8/6/2021) menyampaikan, hingga saat ini capaian vaksinasi di Kabupaten Klungkung baru mencapai 48 persen. Angka ini tentu masih jauh dari target. Yakni minimal 70 persen sebagai syarat ditetapkan sebagai zona hijau dan aktivitas pariwisata bisa dibuka kembali.

Bupati Suwirta pun mengatakan berulang kali dihubungi oleh Gubernur Bali, I Wayan Konster melalui aplikasi WA agar terus mempercepat proses vaksinasi. Untuk itu, dalam waktu dekat, Bupati Suwirta berencana untuk mengadakan pertemuan dengan para perbekel. Guna menyiapkan upaya-upaya agar meningkatkan sekaligus mempercepat sasaran vaksin.

Baca Juga :
Di Karangasem Bebas Zona Merah Covid-19, Tersisa Zona Orange dan Kuning
Melalui Program AKU HATINYA PKK, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Berharap Pekarangan Rumah Dapat Dimanfaatkan


"Kita akan lakukan percepatan vaksinasi di Kabupaten Klungkung. Untuk itu, saya akan kumpul dengan perbekel agar mempercepat sasaran bukan memaksa. Kita mempercepat sasaran, dengan cara yang halus, kita datang dan beri edukasi kepada masyarakat," ujarnya.

Diakui saat ini antusiasme sasaran vaksin mengalami penurunan. Sehingga proses vaksinasi agak lambat. Menurut Bupati Suwirta ada beberapa hal yang menjadi penyebab. Diantaranya, karena ada informasi yang salah mengenai vaksin. Sehingga banyak masyarakat yang takut untuk divaksin. Menyikapi persoalan ini, bupati menugaskan jajaran petugas kesehatan di Pustu maupun Puskesmas agar terjun memberi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

"Ketersedian vaksin lebih dari cukup. Sekarang vaksin yang menunggu orang. Lantaran sasaran agak lambat. Penyebabnya karena ada informasi yang salah soal vaksin. Sehingga sebelum vaksin masyarakat sudah takut duluan. Ini perlu edukasi yang benar dari Pustu, jangan salah beri informasi. Saya banyak baca di media sosial soal ini. Tolong hargai niat baik pemerintah. Apapun yang dilakukan pemerintah ini karena sayang pada masyarakatnya," kata Bupati Suwirta.

Disebutkan, sudah ada dua desa, yakni Lembongan dan Jungutbatu di Kecamatan Nusa Penida yang sudah menuntaskan vaksinasi. Capaian sudah 100 persen lebih. Artinya, tidak hanya penduduk asli yang sudah divaksin, tetapi juga penduduk pendatang di desa tersebut. Bupati asal Nusa Ceningan inipun sangat mengapresiasi antusiasme warga di dua desa tersebut. Dirinya berharap hal yang sama bisa dilakukan desa-desa lainnya. Sehingga capaian target vaksinasi  minimal 70 persen untuk pembukaan sektor pariwisata bisa tercapai.

"Kemarin disebut minimal 70 persen untuk pariwisata. Ini kita belum, kalau itu belum terpenuhi berarti kan Klungkung belum masuk zona hijau," terangnya seraya memastikan vaksinasi ini bukan paksaan melainkan bentuk sayang pemerintah kepada masyarakat. Apalagi hal tersebut juga menjadi syarat agar sektor pariwisata bisa bangkit kembali. (dia)