JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography
SEMARAPURA-fajarbali.com | Kabupaten Klungkung berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) sebanyak enam kali berturut-turut.

Meski demikian, masih ada sejumlah temuan yang harus segera ditindaklanjuti. Untuk itu, dalam sidang paripurna Selasa (8/6/2021), DPRD Kabupaten Klungkung mengeluarkan rekomendasi terhadap laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas LKPD Klungkung Tahun Anggaran 2020 tersebut.

Dalam paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Klungkung, Anak Agung Gde Anom tersebut, DPRD mengungkap empat poin rekomendasi. Yang mana dalam rekomendasi tersebut dijabarkan sejumlah temuan BPK RI yang harus segera ditindaklanjuti. Diantaranya, terkait pendapatan los dan kios di Pasar Galiran yang tidak dipindahbukukan ke kas daerah tepat waktu. Sebagai tindak lanjut, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta diminta untuk melakukan pengawasan dan pengendalian tegas atas perjanjian kerjasama yang telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah dengan PT Bank Mandiri.

Baca Juga :
Beredar Informasi Salah, Masyarakat Takut Divaksin, Klungkung Kejar Target, Bupati Akan Kumpulkan Perbekel
Bertahan di Masa Pandemi, UMKM Didorong Lakukan Digitalisasi Produk, Menkop UKM Kunjungi Klungkung


Masih mengenai temuan di pasar, yakni prihal pemanfaatkan kios oleh pihak lain yang tidak didukung dengan perjanjian yang memadai. Atas persoalan ini, Bupati Suwirta disarankan menugaskan Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian untuk menelusuri kepemilikan bangunan hak milik Pasar Semarapura. Di samping itu, temuan terkait kelebihan pembayaran pekerjaan pembangunan atau peningkatan jalan Tanglad-Wates  di Nusa Penida sekitar Rp87 Juta juga menjadi sorotan.

Sebagai tindak lanjut, Bupati Suwirta diminta untuk melakukan peningkatan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja PPK dan tetap melakukan pengawasan serta pengendalian internal yang lebih cermat terhadap kegiatan yang bersumber dari APBD. Termasuk mempertimbangkan penjatuhan sanksi kepada penyedia atas kesalahan tersebut.

Kemudian temuan mengenai empat koperasi dan tiga LPD yang belum mengembalikan dana investasi yang sudah jatuh tempo ke kas daerah sekitar Rp580 Juta. Atas temuan itu, DPRD Klungkung dalam rekomendasinya yang dibacakan Wakil Ketua DPRD Klungkung, Wayan Baru meminta Bupati Suwirta memerintahkan Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan untuk melakukan monitoring dan evaluasi serta tindak lanjut terhadap temuan tersebut. Termasuk mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Khususnya mengupayakan pengembalian dana invetasi tersebut.

"Kami juga berharap ada tindakan tegas dan cermat  terhadap beberapa koperasi yang telah tidak aktif dengan tetap berdasar pada ketentuan perundang-undangan tentang pengelolaan keuangan daerah," ujarnya.

Menindaklanjuti rekomendasi tersebut, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta seusai paripurna menyampaikan, sejatinya tahun ini temuan BPK RI atas LPKD 2020 Kabupaten Klungkung menurun drastis. Yakni hanya 6 temuan, dibandingkan tahun lalu yang mencapai 22 temuan. Meski demikian, semua temuan dipastikan segera akan diatensi. Prihal temuan pendapatan los dan kios di Pasar Galiran yang tidak dipindahbukukan ke kas daerah tepat waktu, Bupati Suwirta menegaskan hingga saat ini perjanjian dengan PT. Bank Mandiri masih berjalan dengan baik.

Selanjutnya, mengenai pemanfaatan kios di Pasar Semarapura, bupati mengatakan  daru dulu pihaknya sudah minta agar segera dirapatkan. Hanya saja, karena ada permasalahan lain, maka sebelumnya pihak Pemda harus konsultasi dulu dengan Kejaksaan. Sehingga dalam waktu dekat ini akan rapat yang melibatkan semua pemilik kios sudah bisa dilaksanakan.

"Kemudian soal kelebihan pembayaran kegiatan fisik jalan, itu sudah selesai dan dikembalikan semua. Demikian juga dengan koperasi dan LPD. Ini semenjak pandemi, koperasi dan LPD sangat terpengaruh, untuk sementara kalau situasi masih memungkinkan kita restrukturisasi saja, kalau tidak maka kita beri waktu berapa lama untuk mengembalikan," jelasnya. (dia)