JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Gubernur Bali, I Wayan Koster kembali membuka forum dialog dengan masyarakat Desa Jumpai dan Desa Tangkas di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Kamis (16/12). Forum dialog yang dihadiri pula oleh Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu dan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta ini dilangsungkan untuk sosialisasi pengadaan lahan pengendali banjir waduk dan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di eks Galian C.

Gubernur Koster berharap semua pihak dapat mendukung rencana pembangunan PKB. Terkait pembebasan lahan, Gubernur mengingatkan agar tidak ada pihak yang bermain-main. Apalagi sampai ada yang bertindak sebagai calo. "Kalau ada yang main-main akan dilibas alam. Tidak boleh ada calo. Calonya saya tahu jadi harus hati-hati. Tidak boleh ada kepentingan pribadi. Barang siapa macem-macem saya akan hadapi," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengungkap rencana untuk menggelar upacara khusus bagi korban letusan Gunung Agung, dan juga korban G30S PKI yang pernah terjadi di kawasan eks Galian C. Upaya ini dilakukan untuk mencegah adanya gangguan-gangguan secara niskala selama proses pembangunan. "Saya yakin di tempat dibangun PKB ini sakral dan harus dijaga dengan baik. Jadi korban letusan Gunung Agung dan G30S PKI kita akan proses dengan upacara agar beliau dapat yang jelas dan kita sucikan agar dapat tempat yang suci," ungkap Gubernur Koster.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta juga menyampaikan harapan senada. Yakni agar seluruh lapisan masyarakat mendukung rencana pembangunan PKB tersebut. Menurutnya, semua persoalan dapat diselesaikan melalui duduk bersama. Sehingga tidak perlu melakukan aksi protes dengan memasang spanduk dan mempostingnya di media sosial. "Tidak ada masalah yang tidak bisa dibicarakan. Jika ada persoalan tidak perlu sampai bawa spanduk dan mempostingnya di FB. Beliau, pak Gubernur pasti bijak memikirkan hal ini," ungkapnya.

Sementara, Kapolda, Irjen Pol Putu Jayan Danu juga berharap persoalan yang muncul selama pembangunan PKB ini dapat diselesaikan secara musyawarah.
"Mari kita selesaikan masalah bersama-sama. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan musyawarah. Jadi jangan buat citra Bali yang sudah dikenal dunia menjadi buruk," ujarnya mengingatkan.

Sepanjang kegiatan yang digelar dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 tersebut, Gubernur Koster juga memaparkan gambaran besar rencana pembangunan PKB. Yang mana dipaparkan, ada 15 fasilitas yang akan dibangun.  Meliputi panggung utama dengan kapasitas 16 ribu. Ada panggung terbuka madya dengan fasilitas mewah, kalangan terbuka, wantilan berbentuk tapal kuda, dan wahana. Disamping itu juga ada 12 museum  tematik, museum raja-raja di Bali, museum wastra Bali, museum pengupa jiwa hingga museum Usadha Bali. Di atas lahan seluas 320 hektar tersebut juga akan dibangun sejumlah  zona penunjang, seperti auditorium Bung Karno, Bali International Convention Center dengan kapasitas 10 ribu orang, hingga pusat promosi ekspor Bali dan gelanggang tertutup. (dia)

BERITA TERKINI