JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Vaksinasi Covid-19 dengan sasaran anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Klungkung terus dikebut. Di hari kedua pelaksanaannya, tak hanya jajaran dari Dinas Kesehatan, tetapi anggota kesehatan dari Kodim 1610/Klungkung dan Polres Klungkung juga turut diterjunkan. Hal ini dilakukan untuk percepatan capaian vaksinasi anak di Kabupaten Klungkung, yang mana sasarannya mencapai 15.368 orang.

Pada Kamis (16/12), anggota Kesehatan Kodim 1610/Klungkung, Pelda Ida Bagus Adnyana  bersinergi dengan Anggota Kesehatan Polres Klungkung yang dipimpin oleh Ipda Krisna ikut serta mendukung program Pemerintah dengan bersama-sama melaksanakan vaksinasi terhadap anak usia 6-11 tahun di SDN 2 Bungbungan, Kecamatan Banjarangkan. Vaksinasi yang dimulai pada pukul 09.00 Wita tersebut, menyasar 141 orang siswa.

Di sela sela kegiatanya, Pelda Ida Bagus Adnyana menyampaikan, bahwa pelaksanaan vaksinasi ini adalah salah satu upaya untuk mencegah penularan Covid-19 bagi anak- anak usia sekolah.
Selanjutnya kegiatan serupa akan dilaksanakan di beberapa sekolah dasar sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. "Harapan kami ke depan mudah-mudahan kegiatan vaksinasi ini dapat berjalan aman dan lancar dengan selalu mematuhi dan mentaati protokol kesehatan," harapnya.

Untuk diketahui, pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Klungkung sudah dimulai sejak Rabu (15/12). Hari pertama, vaksinasi dilangsungkan di dua sekolah. Yakni SD Negeri 1 Semarapura Tengah dan SD Negeri 1 Semarapura Kangin. Mengacu pada data Dinas Pendidikan jumlah sasaran vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Klungkung sebanyak 15.368 jiwa. Jumlah tersebut tersebar di empat kecamatan atau 138 sekolah dasar (SD).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, dr. Ni Made Adi Swapatni mengatakan, ada ketimpangan jumlah sasaran vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Klungkung. Jika mengacu pada data dari Dinas Pendidikan, maka sasaran vaksinasi sebanyak 15.368 jiwa, sedangkan data dari pemerintah pusat justru lebih banyak yakni 17.770 jiwa. Menyikapi hal tersebut, pihaknya akan melakukan penyisiran  jumlah anak di usia 6-11 tahuh hingga ke pelosok-pelosok desa. Menurut Adi Swapatni, kemungkinan ada data anak yang tercecer karena tidak sekolah atau anak berkebutuhan khusus. Pelaksanaan vaksinasi inipun diharapkan dapat rampung selama 28 hari.

“Untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun ini menggunakan vaksin Sinovac. Kami mendapat tambahan 5000 vial (10.000 dosis) vaksin Sinovac untuk vaksinasi anak ini," ujarnya. (dia)

BERITA TERKINI