JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Hujan deras yang melanda wilayah Kecamatan Nusa Penida, Klungkung kembali menyebabkan terjadinya banjir bandang, Rabu (12/1). Akibat peristiwa tersebut, senderan jalan di Desa Kutampi jebol dan sebuah sepeda motor terseret arus. Tak hanya itu, 10 hektar lahan pertanin milik warga juga luluh lantak.


Perbekel Kutampi, I Wayan Mustika menuturkan, hujan deras terjadi sejak pukul 13.30 - 15.00 Wita. Kondisi tanah yang basah menyebabkan tidak ada serapan air hujan dengan intensitas tinggi tersebut. Sehingga banjir bandang tidak dapat dihindari. Senderan jalan pun putus akibat peristiwa tersebut. Padahal senderan tersebut baru saja dibangun pasca kejadian banjir yang melanda wilayah Nusa Penida di akhir tahun 2021 lalu. Selain senderan jebol,  aliran air juga merusak lahan pertanian warga. Total sejak peristiwa akhir tahun lalu, sekitar 10 hektar sawah warga yang berisi tanaman jagung hancur lebur.

"Sementara yang saya pantau tidak terjadi korban jiwa, hanya saja jagung yang ditanam petani hancur lebur. Lahan pertanian yang rusak lebih dari 10 hektar di Desa Kutampi. Ini karena banjir dari tanggal 13 Desember 2021 itu. Sehingga lahan pertanian di Kutampi yang berisi jagung berumur muda gagal. Cuma ada beberapa yang masih panen," ujarnya.

Selain merusak senderan dan lahan pertanian, derasnya aliran air juga mengakibatkan sebuah sepeda motor hanyut. Kebetulan saat kejadian, pengendara motor nekat melintas di aliran air, namun upayanya gagal. Beruntung pengendara dapat menyelamatkan diri dan motornya juga sudah berhasil dievakuasi meski sempat terbawa arus. "Dikira banjir bisa diterobos ternyata di tengah ada kendala. Sehingga motor tidak bisa lewat. Sehingga motor terseret, sekarang sudah bisa diselamatkan motornya, orangnya selamat," imbuh Mustika.

Pasca kejadian itu, kini akses jalan yang merupakan jalur utama tersebut sulit untuk dilintasi kendaraan. Kalaupun bisa, pengendara harus berhati-hati. "Sekarang bisa dilalui cuma tadi sudah kami dapat info dari Kabid PU Kabipaten disuruh pasangai rambu-rambu, karena ini jauh dari pemukiman dan lampu penerangan jalan tidak ada. Imbauan agar waspada," katanya seraya berharap kepada instansi terkait, kelak perbaikan jalan diperhitungkan agar tidak selalu terendam saat banjir datang.

Sementara Kalak BPBD Klungkung, Putu Widiada, mengatakan belum menerima laporan terkait peristiwa banjir di Nusa Penida. Walau demikian, dirinya memastikan akan melakukan koodinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kondisi terkini di Nusa Penida. "Kami sempat medapat info kalau ada warga yang nonton banjir di Nusa Penida, kita akan cek untuk memastikan," ungkapnya. (dia)

BERITA TERKINI