JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Sebanyak 27 Kepala Keluarga (KK) miskin di Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Klungkung terdata masih menempati rumah tak layak huni. Sempat diusulkan melalui Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) namun gagal.

Lantaran lahan yang mereka tempati berstatus milik orang lain. Persoalan itupun kini menjadi 'PR' bagi Pemerintah Kabupaten Klungkung. Rencananya, pemda akan memohonkan lahan milik Provinsi untuk dibanguni rumah yang layak untuk ke-27 KK tersebut.

"Pembangunan rumah program Rutilahu di desa Paksebali sebagian besar telah selesai dan sudah ditempati oleh masing-masing keluarga dari KK Miskin. Namun sebanyak 27 KK lainnya masih menempati rumah yang tidak layak huni karena tidak berhak menerima bantuan Program Rutilahu akibat lahan yang ditempati sekarang adalah milik orang lain, mereka inilah yang harus segera kita carikan jalan keluar sehingga bisa dibantu untuk bisa tinggal di rumah yang lebih layak dan nyaman, "ujar Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta kepada Kepala Batperlitbang Kabupaten Klungkung, Anak Agung Lesmana dan Perbekel Desa Paksebali, I Putu Ariadi kala menindaklanjuti pelaksanaan program bedah desa di wilayah Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Rabu (16/2).

Lebih lanjut, Bupati Suwirta mengatakan, pihaknya berencana untuk segera memohonkan lahan milik provinsi, untuk bisa dibangunkan rumah layak huni sekaligus melakukan pemberdayaan untuk ke-27 KK Miskin di Desa Paksebali.

Selain mengevaluasi bantuan Rutilahu, dalam kesempatan tersebut Bupati Suwirta kembali menggunakan dana operasionalnya untuk memberikan bantuan pelinggih/tempat suci. Kali ini bantuan diberikan kepada keluarga Nengah Yudana, seorang buruh bangunan dari Dusun Kanginan, Desa Paksebali. Mengingat kondisi Sanggah Nengah Yudana sangat tidak layak dan tidak terawat. Atas kondisi tersebut, Bupati Suwirta berinisiatif membantu pembangunan pelinggih, diantaranya Rong Telu, Padmasana, Pengijeng Karang dan Ngerurah. 


"Dengan bantuan pembangunan pelinggih ini saya ingin keluarga Nengah Yudana supaya lebih mendekatkan diri dengan tuhan Ida Sang Hyang Widi Wasa, Sang Pencipta. Sehingga diberikan jalan untuk bisa keluar dari garis kemiskinan," ujar Bupati Suwirta. 

Sementara itu, Perbekel Paksebali, I Putu Ariadi mengatakan desanya benar-benar bisa berubah sejak adanya program Bedah Desa oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta empat tahun lalu. Dulu desanya berpredikat sebagai desa miskin, kini berkat sentuhan dan bimbingan Bupati Suwirta, desanya telah menjadi desa wisata dengan meraih berbagai prestasi. 


"Setelah dilakukan Bedah Desa oleh Bupati Suwirta telah banyak perubahan di Desa kami diantaranya Pemberdayaan UMKM, Perbaikan Infrastruktur, penurunan KK miskin, pengolahan sampah, peningkatan kebersihan lingkungan dan perkembangan pariwisata. Selain itu warga kami juga banyak yang sudah menempati rumah layak huni melalui bantuan rehab rumah dan bedah rumah," ungkapnya.

Putu Ariadi juga mengatakan desanya telah mendapatkan bantuan rehab rumah sebanyak 131 KK dan bedah rumah untuk 10 KK. Namun sebanyak 27 KK miskin luput dari bantuan ini disebabkan oleh lahan yang ditempati adalah milik orang lain. Untuk itu, pihaknya berharap Pemkab Klungkung bisa membantu warganya ini supaya bisa tinggal di rumah yang layak huni. (dia)

BERITA TERKINI