JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | I Nyoman Karma alias Pogok tak berkutik saat diciduk oleh jajaran Sat Reskrim Polres Klungkung, Senin (19/11). Pria yang tinggal di Padanggalak, Denpasar ini ditangkap pasca nekat mencuri HP, dompet dan sejumlah cincin di Banjar Pangi Kanginan, Desa Pikat, Dawan, Klungkung pada Minggu (4/11/2018) lalu. 

AKP Mirza Gunawan didampingi Kabag Humas Polres Klungkung, AKP Putu Gede Ardana, Rabu (21/11), mengungkap tersangka berhasil diciduk ketika membeli kopi di Pasar Kreneng. Penangkapan terangka, bermula dari laporan korbannya, Nengah Sadia (42) asal Banjar Pangi Kanginan, Desa Pikat, Dawan. Korban melapor telah kehilangan sebuah HP, dompet, powerbank, dan empat cincin perak di rumahnya.  

Berdasarkan informasi tersebut, tim gabungan Opnal Sat Reskrim Polres kemudian mendatangi TKP melakukan penyelidikan. Sesuai keterangan saksi-saksi, akhirnya polisi menemukan titik terang dan kecurigaan mengarah kepada tersangka. "Dari hasil penyelidikan dan introgasi saksi di TKP, pelaku mengarah kepada tersangka asal Nusa Penida ini," terang AKP Mirza Gunawan. 

Saat ditangkap di Pasar Kreneng pun tersangka tidak melakukan perlawanan. Ia mengakui semua perbuatannya. Namun, pria yang domisilinya berpindah-pindah ini menampik sudah mencuri di sejumlah lokasi. Ia ngotot mengatakan hanya mencuri di satu lokasi saja. 

Pengakuan yang sama juga dikatakan saat tersangka digelandang di Mapolres Klungkung. Bahkan ia sempat mengatakan, sudah tidak memiliki tempat tinggal tetap di daerah asalnya di Nusa Penida. Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (TKP) juga tidak pernah ia miliki. Di samping itu, Pogok juga mengaku sudah 'kasepekang' dari desa karena tidak sanggup membayar urunan di desa. "Saya hanya sekali mencuri itu saja. Di Desa, saya juga dikeluarin karena tidak bisa bayar peturunan," katanya. 

Dengan kondisi keluarga yang demikian, tersangka mengaku terpaksa hidup terpisah dari istri dan ketiga anaknya. Selama ini, tersangka tinggal di kawasan Padanggalak dan menggantungkan hidup dari berjualan sokasi. Sedangkan istri dan anak-anaknya tinggal di Nusa Penida. Kehidupan istri dan anak-anaknya juga pas-pasan. Hanya mengandalkan hasil penjualan sapi yang mereka pelihara. 

Meski memberi pengakuan yang cukup menyedihkan, Sat Reskrim Polres Klungkung rupanya tak langsung percaya. Bahkan, AKP Mirza Gunawan menduga tersangka tidak disukai di desanya karena berprilaku tidak baik. "Tersangka ini sudah meresahkan masyarakat. Jadi tidak disukai masyarakat di tempat asalnya. Kemungkinan dia sering maling kecil- kecilan," tegas Kasat Reskrim. 

Lebih lanjut dikatakan, atas perbuatannya tersebut tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara. Di samping itu, petugas juga akan terus melakukan pendalaman, mengingat kemungkinan tersangka tidak hanya mencuri di satu lokasi saja. (dia)