JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Kejaksaan Negeri Klungkung akhirnya melakukan penahanan terhadap tersangka kasus dugaan korupsi proyek biogas di Nusa Penida.

Dari tiga tersangka yang sudah ditetapkan, Selasa (11/12/2018), hanya dua orang yang ditahan. Yakni oknum anggota DPRD Klungkung, Gde Gita Gunawan dan Made Catur Adnyana. Sedangkan Tiarta Ningsih, istri Gita Gunawan yang sedang hamil tua belum ditahan lantaran sakit. 

Sebelum ditahan, penyidik melimpahkan tersangka dan barang bukti kepada JPU. Setelah itu dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka Gede Gita Gunawan dan Made Catur Adnyana. Sedangkan Tiarta Ningsih berhalangan hadir karena sakit. Pemeriksaan berjalan hingga pukul 16.30 Wita. Kedua tersangka didampingi oleh pengacaranya.

Namun, sebelum digiring ke Rumah Tahanan Klungkung, ada insiden kecil yang terjadi. Yakni tensi Gita Gunawan mendadak naik hingga 180/120. Hal inipun membuat pihak Kejaksaan mendatangkan dua dokter sekaligus. Yakni dokter spesialis jantung dan dokter umum untuk memastikan kondisi kesehatan tersangka.  

Kajari Klungkung, Syaiful Alam menyampaikan, setelah dicek oleh dokter secara bergilir rupanya hasilnya membaik. Kondisi kesehatan kedua tersangka dinyatakan masih memungkinkan untuk menjalani penahanan. Bahkan, saat diperiksa oleh dokter kedua, tensi Gita Gunawan dinyatakan turun menjadi 170. "Karena di dokter pertama tensi dibilang tinggi, Gita naik 180/120. Sehingga kami datangkan dokter lagi untuk meyakinkan. Saat ditensi oleh dokter yang kedua, hasilnya menurun jadi 170. Ini masih bisa untuk dibawa ke sana (ditahan) tidak mengkhwatirkan," jelasnya. 

Terkait hal ini, Syaiful Alam mengatakan wajar saja terjadi. Lantaran, kedua tersangka kemungkinan syok harus ditahan. Bisa juga kerena capek dan kepikiran dengan kasus hukum yang menjeratnya.

"Bisa jadi karena capek dan kena persoalan ini, lalu tahu-tahu kita tahan," imbuhnya. Lebih lanjut Syaiful Alam mengatakan, kedua tersangka ditahan karena jaksa telah mempunyai dua alat bukti yang cukup. Di samping pihak kejaksaan juga khawatir tersangka akan menghilangkan barang bukti termasuk mempengaruhi saksi yang lain. 

Di sisi lain mengenai istri Gita Gunawan, Tiarta Ningsih yang tidak ditahan, Syaiful Alam mejelaskan bahwa yang bersangkutan tidak hadir dalam pemeriksaan kemarin. Tersangka yang sedang hamil tujuh bulan tersebut dikatakan sedang sakit dan dirawat di Rumah Sakit Umum Permata Hati. Untuk hal itu, pihak Kejaksaan sudah mendatangi rumah sakit yang bersangkutan. Hasilnya, memang benar Tiartaningsih sedang dirawat. Namun, pihak Kejaksaan belum memperoleh hasil pemeriksaan medisnya. Lantaran dokter yang menangani menolak untuk memberikan, karena termasuk rahasia pasien. Untuk itu, Kejakaaan diminta untuk bersurat resmi. 

"Kita sudah minta keterangan dokter tapi tidak dikasih karena itu rahasia pasien. Kita juga sudah bersurat agar diberikan surat keterangannya. Tapi terkait kondisinya,  kita sudah buktikan, tersangka memang sakit dan dari semalam di rumah sakit," ujarnya sekaligus mengatakan untuk penahanan Tiarta Ningsih masih menunggu hasil observasi di rumah sakit.

Sementara, usai kliennya dinyatakan ditahan, pengacara Made Catur Adanyana, Wayan Sumardika mengatakan ada yang ganjil dalam proses penyidikan di Kejari Klungkung. Pihaknya menuding, ada sejumlah proses administrasi yang dipangkas. Menurutnya, di pemeriksaan terakhir, kliennya sudah menyatakan bahwa ia bekerja dalam tekanan.

Di samping itu, leading sector proyek tersebut juga tidak di Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, dan KB (BPMPDKB) tapi di Dinas PU. Hal inilah yang membuat kliennya sempat menolak penahanan. Terlebih lagi saat ini, Catur Adnyana dikatakan sedang sakit maag, tensi naik, disertai sakit di bagian ulu hati. 

Sedangkan pengacara Gita Gunawan, Pande Made Sugiartha menyampaikan, pihaknya akan berupaya agar kliennya tidak ditahan. Mengingat yang bersangkutan merupakan anggota DPRD Klungkung dan juga istrinya sedang sakit. "Klien kami juga punya hak untuk memohon pengalihan atau penangguhan penahananan. Apalagi klien kami anggota DPRD dan sebagai kepala keluarga dan istrinya juga sedang berada di rumah sakit," ungkapnya. 

Diberitakan sebelumnya, Gde Gita Gunawan bersama istrinya Tiarta Ningsih serta Made Catur Adnyana yang merupakan mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, dan KB (BPMPDKB) Klungkung telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi proyek biogas pada tahun 2014 lalu di Nusa Penida senilai Rp 890 juta. Pihak Kejaksaan Negeri Klungkung menetapkan status tersangka sejak Senin (5/11) lalu. Kasus ini disebut menimbulkan kerugian negara sebesar  Rp 792.912.654 tersebut. (dia)