JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Di balik euforia pelantikan bupati dan wakil bupati Klungkung, rupanya terselip perjuangan I Made Baum (87) dan Ni Wayan Bari (82).

Orang tua Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta tersebut harus menaklukkan rasa takutnya untuk menaiki boat. Menempuh perjalanan panjang dari Pulau Nusa Ceningan, demi menyaksikan pelantikan putranya. 

"Saya sangat takut naik dan turun dari boat, tapi demi anak harus hadir. Ini baru pertama kali saya berada di Kantor Gubernur," ujar Made Baum setiba di rumah jabatan Bupati Klungkung usai menghadiri pelantikan.

Masih mengenakan pakaian adat madya, Made Baum yang tampak kelelahan mengungkapkan rasa syukurnya. Lantaran anaknya kembali dipercaya memimpin Klungkung untuk kali kedua. Hal ini tentu tak pernah dibayangkan sebelumnya. Apalagi semasa membesarkan anak-anaknya, Made Baum dan istri harus melewati masa-masa yang sulit.

BERITA TERKAIT: Lantik Bupati dan Wakil Bupati Klungkung, Ini Yang Diharapkan Gubernur

Hanya mengandalkan penghasilan dari mencari ikan. Bahkan anak-anaknya kerap tak membawa bekal uang ke sekolah. Sering pula, saat benar-benar tidak memiliki uang, Made Baum dan istri harus meminjam. "bersyukur sekali ia (Bupati Suwirta) sekarang seperti ini," ujarnya lirih. 

Menyaksikan pengorbanan orang tuanya, Bupati Suwirta yang turut mendampingi mengaku sangat terharu. Dengan mata berkaca-kaca, anak ketujuh dari delapan bersaudara ini mengatakan banyak hal yang dikorbankan selama menjabat sebagai Bupati Klungkung. Hal yang terpenting tentu saja waktu berkumpul bersama keluarganya. Dahulu, semasa bekerja sebagai manajer di Koperasi Srinadi, Bupati Suwirta masih sering bisa bercengkrama bersama orangtuanya. Namun kini, waktu untuk menjenguk kedua orang tua yang menetap di Nusa Ceningan sangat terbatas. 

Oleh karena itu, saat melihat kedua orangtuanya hadir di pelantikan, Bupati Suwirta tak bisa menutupi rasa harunya. Bahkan air matanya seketika tumpah dan spontan memeluk orang tuanya. "Saat lihat orang tua saya langsung luluh," ujarnya dengan terbata-bata. 

Hingga kini, Bupati Suwirta mengatakan masih sangat ingat dengan pesan kedua orang tuanya. Yakni tidak mengejar harta dan kekayaan, namun wajib menjadi sosok yang jujur. "Tidak usah menjadi orang kaya, cukup satu saja harus menjadi orang jujur," tutur Bupati Suwirta sembari mengatakan pesan tersebut terus diucapkan oleh kedua orang tuanya setiap mereka berkumpul. 

Di samping berterima kasih dengan dukungan kedua orang tua dan seluruh anggota keluarganya, tak lupa Bupati Suwirta juga menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh masyarakat Klungkung. "Saya sangat terharu atas dukungan masyarakat Klungkung," imbuhnya. 

Sementara, hanya berselang beberapa jam setelah pelantikan di Kantor Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati Klungkung langsung menghadiri sidang paripurna istimewa. Dalam kesempatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati menyampaikan visi misi untuk masa kepemimpiman lima tahun mendatang. Ada beberapa hal yang menjadi catatan Bupati adalah, menarget agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemda Klungkung terus berinovasi. Mencipatakan program-program inovatif yang manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat. 

Di samping itu, di tahun 2019 mendatang Bupati juga segera akan menutup operasional cafe remang-remang. Mengingat saat ini di Klungkung sudah ada ribuan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Ironisnya, dari ribuan ODHA tersebut, hanya sekitar 50 orang yang berani tampil dan menjalani pengobatan. Selanjutnya, Bupati juga sempat menyorot sistem kerja petugas kebersihan. Dirinya meminta agar OPD terkait, segera mengevaluasi bila ada tenaga kebersihan yang hanya datang bekerja selama beberapa jam saja. 

Penyampaikan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Klungkung ini dihadiri oleh seluruh kepala OPD, anggota DPRD, Perbekel, hingga tokoh masyarakat Klungkung. Acara penyampaian visi misi yang dimulai pukul 15.30 Wita tersebut berakhir hingga petang. (dia)