JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Setelah permohonan penangguhan penahanan Gde Gita Gunawan ditolak oleh Kejaksaan Negeri Klungkung, kini giliran istrinya, Tiarta Ningsih yang ditetapkan sebagai tahanan kota.

Dengan pertimbangan, kondisi tersangka dugaan korupsi proyek biogas di Nusa Penida tersebut sedang hamil tua. Selama menyandang status tahanan kota, tersangka juga harus melakukan wajib lapor. 

Hal ini diungkap oleh, Kasi intel Kejaksaan Negeri Klungkung, Gusti Ngurah Anom Sukawinata, Selasa (18/12/2018). Menurutnya, tersangka Tiarta Ningsih melalui kuasa hukumnya, sebelumnya sempat mengajukan permohonan penangguhan penahanan.

Mengingat, kehamilannya sudah memasuki bulan ke delapan. Namun, Jaksa Penuntut Umum (JPU) rupanya memiliki pendapat lain. Permohonan penangguhan penahanan, tidak dikabulkan tetapi diganti menjadi tahanan kota. 

"Yang bersangkutan (Tiarta Ningsih) dalam kondisi hamil, oleh karena itu penyidik dalam hal ini JPU mempertimbangkan permohonan dari tersangka untuk tidak dilakukan penahanan. Akhirnya JPU berpendapat untuk dilakukan penahanan kota, ujar Gusti Ngurah Anom Sukawinata didampingi Kasi Pidsus Kadek Wira Atmaja. 

Dengan status sebagai tahanan kota, maka selama 20 hari ke depan Tiarta Ningsih tidak diperbolehkan untuk keluar dari Kabupaten Klungkung. Di samping itu, tersangka juga harus melakukan wajib lapor. Mengenai waktunya, nanti akan ditentukan oleh JPU. Apakah seminggu dua kali atau seminggu sekali. Apabila ketentuan tersebut dilanggar, maka yang bersangkutan akan dikenai sanksi berupa penahanan. 

"Sanksinya kalau ke luar kota, dia (Tiarta Ningsih) bisa dimasukan ke tahanan. Dia juga nanti wajib lapor. Seminggu dua kali atau sekali, tergantung JPU," imbuhnya. 

Lebih lanjut disampaikan, kasus ini secepatnya akan dilimpahkan ke pengadilan. Mengingat berkas dan JPUnya juga sudah siap. Kalaupun nanti yang bersangkutan melahirkan, proses persidangan tidak akan terganggu. "Kalau melahirkan nanti ada suratnya. Apa bisa hadir atau tidak, karena tiga hari sebelum sidang kan dipanggil. Bisa atau tidak, kita lihat perkembanganya nanti," jelas Gusti Ngurah Anom Sukawinata. 

Sementara kuasa hukum Tiarta Ningsih, mengungkap pasca ditetapkan sebagai tahanan kota, kondisi kesehatan kliennya normal. Saat diperiksa oleh petugas kesehatan, Tiarta Ningsih hanya sempat mengeluhkan mengalani migrane saja. Tapi keluhan tersebut sudah lama dirasakan. Sedangkan terkait kondisi janin juga baik-baik saja dan diperkirakan lahir pada tanggal 16 Januari 2019 mendatang. 

BERITA TERKAIT: Penangguhan Penahanan Gita Gunawan Ditolak

"Kondisi ibu baik dan normal. Ada keluhan sikit sakit migrane, tapi itu menang dari dulu. Prikologisnya dalam artian normal. Dokter juga katakan sehat,  semua dalam keadaan baik," ujarnya. 

Diberitakan sebelumnya, Selasa (11/12) Kejaksaan Negeri Klungkung menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi biogas di Nusa Penida pada tahun 2014. Yakni Gde Gita Gunawan dan Made Catur Adnyana. Sedangkan, tersangka Tiarta Ningsih yang juga istri Gita Gunawan belum ditahan lantaran sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Di samping itu, ia juga sedang hamil tua.

Gde Gita Gunawan dan Tiarta Ningsih serta Made Catur Adnyana yang merupakan mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, dan KB (BPMPDKB) Klungkung telah ditetapkan sebagai tersangka atas proyek senilai Rp 890 juta sejak Senin (5/11) lalu. Kasus ini disebut menimbulkan kerugian negara sebesar  Rp 792.912.654. Kemudian pada Rabu (12/12) lalu, melalui pengacaranya, Gita Gunawan bersama istrinya, Tiarta Ningsih melakukan penitipan uang pengganti sebesar Rp792.912.654,00. Penitipan uang pengganti tersebut dilaksanakan di BRI Klungkung. Sesuai dengan rekening Penitipan Kejaksaan Negeri Klungkung. (dia)