JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Jajaran aparat kepolisian Polsek Dawan berhasil membekuk satu dari empat pelaku pencurian lima buah dinamo blower dan dua buah mesin penyedot air yang terjadi di Dusun Delod Buug, Desa Dawan Klod, Kecamatan Dawan.

Sedangkan tiga orang lainnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Ironisnya, pelaku nekat mencuri hanya untuk membeli minuman keras jenis tuak. 

Selasa (18/12/2018) Kapolsek Dawan, AKP I Kadek Suadnyana mengungkapkan, peristiwa pencurian ini terungkap berkat laporan korban, Wayan Kenak. Korban yang akrab disapa Mangku Kenak tersebut, kehilangan 5 buah dinamo blower dan 2 buah mesin penyedot air Sanyo yang sebelumnya disimpan di kandang ayam miliknya. Atas peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian hingga Rp30 juta. 

Sesuai laporannya di Polsek Dawan, korban kehilangan mesin penyedot air pada Jumat (7/12/2018) lalu. Keesokan harinya, korban kembali  kehilangan mesin penyedot air di kandang ayam miliknya. Tak hanya itu, pada tanggal 9 Desember, lima dinamo blower yang ada di kandang ayamnya hilang secara bersamaan. Petugaspun sigap melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya diperoleh informasi dari rekan kerja pelaku, bahwa ada yang menjual dinamo dan mesin penyedot air di pedagang rongsokan di Kampung Kusamba. 

Petugas pun mendatangi tempat penjualan barang rongsokan milik Abdul Hamid tersebut. Kemudian terungkap, ada empat orang yang menjual mesin tersebut. Yakni, Hamdi Ashari (19) asal Jember, Andi Suryadi (20) asal Jember, Safari (21) asal Jember, dan Jaeri (22) asal Jember. Para pelaku tahu seluk beluk TKP, lantaran sebelumnya bekerja sebagai pembuat kandang ayam tersebut. Sayangnya, setelah dilakukan pengejaran, para pelaku sudah kabur ke kampung halamannya. 

Dengan berbekal identitas pelaku, dan dibantu anggota Polres Jember petugas kemudian mengejar keempat pelaku di rumahnya masing masing. Namun dalam pengejaran ini, petugas Polsek Dawan hanya berhasil mengamankan satu pelaku yakni Hamdi Ashari di rumahnya. 

Sedangkan tiga pelaku lainnya, masih berstatus DPO. "Dari empat orang tersangka, baru satu yang bisa kami tangkap yang lainya masih kami lakukakn pengejaran," ungkap Kapolsek Dawan, AKP Kadek Suadnyana didamping Kasubbag Humas Polres Klungkung, AKP I Putu Gede Ardana. 

Saat digiring di Polsek Dawan, Hamdi Ashari mengakui semua perbuatannya. Ironisnya, hal itu dilakukan hanya untuk membeli minuman keras jenis tuak. 

Saat pertama kali mencuri, Hamdi Ashari mengaku mendapat uang Rp 100 ribu dari penjualan mesin penyedot air tersebut, demikian juga saat menjual mesin yang kedua. Sedangkan saat menjual lima dinamo, ia mengantongi uang Rp500 ribu. “Uang dari hasil mencuri pertama dan kedua, kami belikan tuak di warung  di Jalan By Pas," ujarnya. 

Selain menangkap satu pelaku, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa lima mesin dinamo blower dan dua mesin penyedot air Sanyo.

"Kini tersangka dan barang buktinya masih diamankan di Mapolsek Dawan guna dilakukan penyidikan," imbuk Kapolsek. Lebih lanjut, atas perbuatannya tersebut pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP. Pelaku diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun penjara. (dia)