JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Ulah pedagang asongan di Lapangan Puputan Klungkung membuat Bupati I Nyoman Suwirta geram. Bagaimana tidak, meski sudah berulang kali diingatkan, tapi masih saja ada pedagang asongan yang membandel.

Yakni dengan berjualan di areal tempat bermain anak. Tak hanya membawa keranjang dagangan tapi juga menggelar tikar. Hal tersebut tentu menimbulkan kesan kumuh dan menggagu kenyamanan anak-anak bermain. 

Kondisi tersebut didapati Bupati Suwirta pada Sabtu (29/12/2018) malam. Ia menemukan sejumlah pelanggaran seperti pedagang asongan yang nekat melarang aturan. Mereka berjualan dengan membawa lebih dari satu box barang dagangan. Bahkan ada yang sampai membawa tremos kopi dan menggelar tikar. “Kami hanya membolehkan jualan dengan membawa satu keranjang saja, itupun harus keliling tanpa membuka lapak” ujar Bupati Suwirta kesal. 

Melihat situasi pedagang demikian,  Bupati Suwirta pun langsung mengambil tindakan. Ia menginstruksikan agar para pedagang asongan yang berjualan di sekitar area bermain anak-anak dan di tempat-tempat yang dilarang segera pindah. Satpol PP pun diminta untuk  segera mengambil langkah tegas bila mendapati pelanggaran demikian.  “Bapak ibu silakan pindah, di sini bukan tempat jualan,” tegasnya kepada para pedagang.

Ketika itu, Bupati juga mendapati ada penjual kembang api yang mengaku sudah mengantongi izin. Namun, saat dicek rupanya izin yang dimaksud merupakan izin berjualan di toko yang selanjutnya difoto copy dan dimanfaatkan oleh penjual kembang api eceran yang berkeliling dengan sepeda motor. "Mohon pemilik toko yang sudah punya izin jualan kembang api, izinnya jangan dicopy lalu dipakai jualan keliling pakai sepeda motor," imbuhnya. 

Selanjutnya Bupati Suwirta langsung menghubungi Kasat Pol PP dan Damkar Klungkung, Putu Suarta untuk turun menindaklanjuti persoalan tersebut.
Sedangkan, anggota Satpol PP yang sudah berada di lokasi membantu para pedagang asongan untuk pindah. Bahkan ada yang dipulangkan. 

Sementara Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Klungkung, Putu Suarta  memastikan pihaknya sudah melakukan pengawasan, bahkan sudah menegur dan melarang pedagang berjualan di area bermain anak-anak. “Seringkali kami himbau, tetap saja ada pedagang asongan yang melanggar,” ujarnya. (dia)