JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Tak kunjung beroperasinya angkutan siswa gratis mengundang tanda tanya sejumlah orang tua di Kabupaten Klungkung.

Padahal liburan telah habis dan sejak Senin (7/1/2019) lalu, seluruh siswa khususnya SMP kembali bersekolah. Hal inipun berdampak pada kroditnya lalu lintas di jam-jam pulang sekolah. Bahkan sejumlah pelajar SMP nekat mengendari sepeda motor lantaran tak ada yang mengantar dan jemput. 

Kondisi demikian terlihat di SMP Negeri 2 Semarapura, Selasa (8/1). Saat jam pulang sekolah puluhan kendaraan roda dua nampak sesak demikian juga sejumlah mobil yang mengular. Mereka merupakan orang tua siswa yang menjemput anak-anaknya sepulang sekolah. Selain itu, ada juga siswa yang nekat mengendari sepeda motor. Saat jam sekolah, sepeda motornya diparkir di rumah-rumah warga. 

"Karena tidak ada yang antar dan jemput jadi saya terpaksa bawa motor ke sekolah," ujar seorang pelajar laki-laki yang langsung menarik gas sepeda motornya. Pengakuan berbeda disampaikan oleh Luh Sulistiawati. Siswa kelas IX di SMP 2 Semarapura ini mengaku sebelumnya sangat terbantu dengan adanya angkutan siswa gratis. Namun, sejak Bulan Desember program tersebut tidak beroperasi lagi. Sehingga orang tuanya kembali harus mengantar dan menjemputnya ke sekolah. 

Situasi yang tak jauh berbeda juga terlihat di SMP Negeri 1 Semarapura. Salah satu orang tua siswa, Ketut Yasa mengatakan sejak angkutan siswa tidak beroperasi, ialah yang mengantar dan menjemput anaknya ke sekolah. Pria asal Desa Selat, Klungkung inipun sangat berharap program angkutan siswa gratis kembali beroperasi. Sehingga ia tidak perlu meninggalkan pekerjaan untuk mengantar dan menjemput anaknya.

Meskipun anaknya sudah bisa mengendarai sepeda motor, namun ia masih was-was memberikan izin kepada anaknya untuk membawa motor ke sekokah. Apalagi, belum memiliki SIM. "Dari beberapa bulan lalu tidak ada angkutan siswa gratis. Saya berharap program ini berlanjut. Biar kita tidak meninggalkan  kerjaan untuk antar jemput anak," ujarnya. 

Widyastuti Ningsih, orang tua siswa asal Desa Gembalan juga berharap program angkutan siswa gratis cepat beroperasi. Lantaran selama ini anaknya sudah nyaman memanfaatkan angkutan tersebut. Di samping juga meringankan tugasnya, untuk mengantar dan menjemput anak setiap harinya. 

Terkait permasalahan ini, Kabag Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Klungkung, AA Gde Lesmana menjelaskan, keterlambatan pengoperasian program angkutan siswa gratis ini karena sempat gagal tender. Sejatinya, Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Klungkung telah melakukan pengumuman tender  proyek angkutan siswa gratis sejak tanggal 4 Desember.

Sayangnya, ketika penawaran dibuka pada tanggal 12 Desember, tidak ada rekanan yang mengajukan penawaran. Selanjutnya, penawaran diperpanjang satu hari, tapi proyek angkutan siswa gratis yang dianggarkan  Rp 4,415.000.000 tetap nihil penawaran. 

Selanjutnya dilakukankah proses tender yang kedua pada tanggal 14 Desember. Untuk tender kedua ini, pembukaan penawaran dilakukan sejak tanggal 28 Desember dan rupanya ada satu penawaran yakni dari Perum Damri. Penawaran yang diajukan Perum Damri sebesar RpRp 3.689.191.278. Tahap berikutnya akan dilakukan evaluasi dan mulai tanggal 8-14 Januari sudah memasuki masa sanggah. 

"Saat ini memang belum ada pemenang tender karena masih tunggu masa sanggah. Tapi kalau sudah lewat masa sanggah maka penandatangan kontrak dan pengoperasian angkutan akan dilakukan 16 Januari ini,” imbuh AA Lesmana. (dia)