JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Pasca hiruk pikuk perhelatan Pilpres dan Pileg serentak, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengundang Gubernur Bali, I Wayan Koster dan Bupati se-Bali.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta pun tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Rencana pembangunan infrastruktur prioritas pemkab kembali disodorkan. Mulai dari jalan lingkar Nusa Penida, pelabuhan segitiga emas, hingga jembagan Lembongan-Ceningan.

Selasa (23/4) Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menyampaikan di awal pertemuan tersebut, Presiden Jokowi sempat mengapresiasi prosentase raihan suara pasangan Jokowi-Maruf di Bali. Selain Gubernur Koster, sejumlah Bupati yang hadir juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan rencana pembangunan di daerahnya masing-masing.

Dalam kesempatan itu, Bupati Suwirta kembali menyodorkan proposal terkait rencana pembangunan sejumlah infastruktur kepada Presiden Joko Widodo. Di luar dugaan, rupanya proposal yang sudah sempat diajukan sebelumnya tersebut direspon positif. Bahkan, jika saja Bupati membawa data lengkap saat itu, dirinya yakin beberapa program yang diajukan bisa langsung dieksekusi.

"Kita (Pemkab Klungkung) kan sudah sempat mengajukan proposal. Nah, proposal yang dulu sudah saya ajukan dan diterima oleh Bapak Presiden saya sampaikan ulang. Beliau respon baik termasuk rencana pendirian pusat kebudayaan di Kabupaten Klungkung itu direspon luar biasa," ungkapnya.

Usulan pembangunan pusat kebudayaan ini rencananya didirikan di eks galian C. Ketika itu, Presiden Jokowi bahkan langsung meminta Menteri PUPR untuk memprogramkan pembangunan pusat Kebudayaan Bali di Kawasan Eks Galian C di tahun 2020. Rencananya di Pusat Kebudayaan Bali ini akan dilengkapi fasilitas panggung terbuka berkapasitas 25.000 orang, dan gedung seni multifungsi berteknologi modern. Selain itu, akan dilengkapi pula dengan museum tematik (tekstil Bali, musik, tari, seni rupa, arsitektur, pengobatan tradisional hingga raja-raja Bali).

Bupati Suwirta juga banyak mengekspose tentang pembangunan di Nusa Penida. Diantaranya, pembangunan jalan lingkar Nusa Penida dan pelabuhan segitiga emas. Namun, di antara banyaknya rencana tersebut, untuk saat ini Bupati berharap jembatan Lembongan-Ceningan yang menjadi prioritas pemkab segera dapat direalisasikan.

"Tentang pembangunan di Nusa Penida juga saya ekspose, karena di sana perlu dana besar dan akan menghasilkan dana besar juga," ujarnya sekaligus mengatakan saat tatap muka Presiden juga didampingi langsung Menteri Keuangan, PUPR, Agraria, dan Menteri Dalam Negeri serta Skretaris Kabinet.

Sayangnya, saat pertemuan tersebut Bupati Suwirta mengaku tidak membawa data secara mendetail. Padahal menurutnya jika saja ada data, maka proposal bisa langsung dieksekusi. Oleh karena itu, dalam waktu dekat Bupati Suwirta kembali akan ke Kementerian PUPR untuk menindaklanjuti proposal yang sudah mendapat lampu hijau dari Presiden ini.

"Kemarin sebenarnya kalau yang saya tangkap, kalau data siap bisa eksekusi langsung. Saya akan ketemu Menteri PUPR lagi dengan bawa data lengkap. Sekarang agar tidak tertunda kan sekarang lagi hangat-hangatnya. Yang kurang-kurang kita lengkapi. Intinya kemarin Pak Presiden respon pembangunan di Nusa Penida. Termasuk jembatan Lembongan-Ceningan dan pelabuhan segitiga emas. Beliau akan segera selesaikan masalah itu," ujarnya optimis.

Sejumlah data yang akan disiapkan oleh Pemkab Klungkung diantaranya penuntasan DED pelabuhan segitiga emas. Termasuk juga menuntaskan proses penyertifikatan lahan di eks Galian C, Desa Gunaksa. Sehingga dapat dipastikan mana lahan milik negara dan mana yang merupakan lahan milik warga.
Berdasarkan data terakhir, seluruh luasan lahan di eks Galian C memiliki luas sekitar 298 hektar dengan total 1618 kepemilikan. Luasan tersebut meliputi Wilayah Desa Gunaksa, Sampalan Kelod, Jumpai, Tangkas, dan Gelgel. Berdasarkan pendataan sejak 2015 hingga terkahir per 31 Maret 2016, sudah 100 hektar lahan atau 30 persen yang terverifikasi.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Suwirta sudah sempat mengajukan proposal kepada Presiden Jokowi. Ada 7 program besar yang diajukan dalam proposal tersebut. Meliputi pembangunan jalan lingkar Nusa Penida, jembatan baru Nusa Lembongan-Nusa Ceningan, peningkatan infrastruktur jalan akses, pembangunan tanggul pengaman pantai, pengembangan SPAM mata air Penida, pembangunan pelabuhan segi tiga emas penyebrangan laut, serta peningkatan sarana dan prasarana penunjang pariwisata. Anggaran yang dimohonkan untuk ketujuh program percepatan pembangunan di Kabupaten Klungkung itupun mencapai Rp.927.181.341.108. (dia)