KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Pasca remsi menyandang status tahanan Kejaksaan karena terjerat kasus dugaan korupsi dana hibah, oknum PNS Pemkab Klungkung, Nyoman Simpul (52) terancam akan diberhentikan sementara. Saat ini, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BK-PSDM) masih menunggu surat resmi dari dinas tempatnya bertugas. 

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BK-PSDM) Klungkung, Komang Susana menyampaikan sudah mengetahui informasi mengenai penahanan Simpul. Namun, pihaknya belum menjatuhkan sanksi lantaran belum ada surat resmi dari dinas tempatnya bertugas (Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Klungkung). Susana mengungkap, bila sudah ada surat resmi, maka sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomer 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS), Simpul akan dijatuhi sanksi berupa pemberhentian sementara. Tak hanya itu, gajinya juga akan dipangkas hingga 50 persen. 

"Sesuai aturan, yang bersangkutan (Simpul) akan diberhentikan sementara. Tapi kami masih menunggu laporan resmi soal yang bersangkutan ditahan dari dinas tempatnya bertugas,” jelas Susana, Kamis (18/7).

Sementara, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Ni Wayan Ringin mengaku sebelumnya tidak mengetahui prihal penahanan salah seorang stafnya. Istri mantan bupati Klungkung, I Wayan Candra ini justru mengatahui informasi tersebut melalui media massa. "Saya belum menerima surat resmi terkait penahanannya (Simpul) dari pihak kejaksaan. Malah saya baru tahu setelah baca koran,” ungkapnya. 

Lebih lanjut disampaikan, sebelum ditahan Simpul memang sempat mengajukan cuti tahunan. Yakni selama 12 hari mulai tanggal 18 Juli-9 Agustus mendatang. Tetapi, saat mengajukan cuti tersebut, Simpul beralasan ada upacara Dewa Yadnya. "Yang bersangkutan mulai cuti dari tanggal 18 sampai 9 Agustus dengan alasan ada karya atau Dewa Yadnya, cutinya sudah saya Acc," ungkap Ringin seraya mengatakan segera akan berkoordinasi dengan Sekda terkait permasalahan hukum Simpul. 

Diberitakan sebelumnya, Rabu (17/7), Nyoman Simpul (52) PNS di Dinas Kerasipan dan Perpustakaan Klungkung dijembloskan ke tahanan. Pria yang sudah sempat terjerat kasus penipuan tenaga kontrak tersebut kini kembali terjerat kasus dugaan korupsi dana hibah sebesar Rp70 juta untuk pembangunan salah satu Pura Paibon di Banjar Nyamping, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan. Simpul tak sendiri, mantan sekretaris DPC PDIP Klungkung, Ketut Ngenteg juga turut ditahan karena diduga membuat pertanggungjawaban fiktif atas dana hibah tersebut. 

Meski demikian, Nyoman Simpul yang bertindak sebagai ketua panitia pembangunan Pura ngotot mengaku tidak pernah menikmati dana hibah tersebut. Justru sebaliknya, untuk melancarkan pencairan dana, Ketut Ngenteg meminta uang kepadanya sebesar Rp10 juta. Namun, karena uang yang dimilikinya terbatas, Simpul hanya menyerahkan sebesar Rp7 juta saja. "Saya tidak ada menerima uang. Ngenteg semuanya yang mengurus itu, justru saya dimintai uang Rp 10 Juta agar dana bisa cair. Tapi karena tidak punya uang, sebanyak itu maka saya hanya berikan Rp 7 juta saja,” ujar Simpul usai pelimpahan kasusnya di Kejaksaan.  

Atas kasus ini, baik Simpul dan Ngenteg akan dijerat pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomer 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara dengan denda minimal Rp 200 juta. (dia)