JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Kobaran api yang membumbung tinggi dari salah satu wantilan di Pura Dalem Ped, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung mengejutkan para pemedek yang sedang kusyuk bersembahyang, Senin (19/8) malam.

Warga sekitar pun riuh, lantaran si jago merah semakin ganas dan dalam sekejap menghanguskan bagian atap wantilan di sisi timur Pura Khayangan Jagat tersebut.

Camat Nusa Penida, Komang Widiasa Putra ketika dikonfirmasi menyampaikan belum memperoleh informasi detail terkait pemicu kebakaran tersebut. Iapun mengetahui peristiwa tersebut sekitar pukul 20.30 Wita. Katanya, bangunan yang terbakar adalah wantilan yang terletak di sebelah selatan Pura Taman Sari. "Saya dapat infonya 20 menit lalu, wantilan yang terbakar yang berada di sebelah selatan Pura Taman Sari atau yang berada di timur Dalem Ped," ujarnya seraya mengaku masih berada di Nusa Lembongan dan kini menunggu laporan lebih lanjut.

Di sisi lain, Kasatpol PP dan Damkar Klungkung, I Putu Suarta menyampaikan wantilan yang terbakar sering dipergunakan untuk tempat majejaitan (membuat sarana upacara) dan juga menyimpan banten. Pihaknya pun belum dapat memastikan pemicu api yang melalap bangunan dengan luas sekitar 15 x 10 meter tersebut. Yang jelas, kebakaran tersebut diketahui oleh warga ketika api sudah membesar. Meski terdapat banyak warung di sisi luar wantilan tersebut, namun bangunan memang tidak terlihat dari jalan.

"Informasinya warga tahu ketika api sudah besar. Kalau dibilang kondisi sepi, tapi warung ada di dekatnya. Wantilan itu dipakai menyimpan banten dan jejaitan di sana. Mungkin itu juga penyebab jadi api mudah membesar," ujarnya.

Lebih lanjut diungkap, selama upaya pemadaman petugas damkar memang mengalami banyak kendala. Diantaranya, armada damkar yang sangat terbatas, yakni hanya satu unit. Di samping itu, ketersediaan air juga sangat minim. Beruntung ada suplay air dari Dinas Lingkungan Hidup dan juga PDAM. Hanya saja, pompa yang dimiliki kedua instansi tersebut tidak sesuai dengan armada damkar, sehingga pengisian air cukup lambat.

"Dengan satu armada untuk Nusa Penida yang luas, kami kewalahan. Ditambah lagi dengan medan yang menantang dan sumber air terbatas. TNI dan Polri juga membantu, begitu juga dengan warga yang bergotong royong dan melakukan pemadaman manual," jelasnya seraya berharap tahun depan bisa dilakukan penambahan armada di Nusa Penida.

Lebih lanjut, Putu Suarta mengatakan kini api sudah berhasil dipadamkan. Dipastikan pula, api tidak merembet ke bangunan pura yang lain ataupun pemukiman warga. "Bangunan palinggih yang lain kami sterilkan dulu, termasuk Pura Taman juga disterilkan dulu. Tapi api tadi tidak merembet ke bangunan lain," imbuhnya. Sedangkan untuk kerugian belum dapat dipastikan. (dia)