JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Kebakaran yang menghanguskan Wantilan Reringgitan Pura Penataran Agung Ped, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung pada Senin (19/8) malam disikapi serius oleh Pemerintah Kabupaten Klungkung.

Meski penyebab kebakaran belum terungkap, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta sudah memastikan pembangunan Wantilan 
Reringgitan tersebut akan dicover oleh Pemda Klungkung. Anggaran akan dialokasikan melalui APBD pada tahun anggaran 2020 mendatang. 

Rencana ini terungkap saat Bupati Suwirta menggelar rapat dengan instansi terkait di Ruang Kerja Kantor Bupati Klungkung, Rabu (21/8). Dalam rapat tersebut, Bupati Suwirta menyampaikan Pemerintah Kabupaten Klungkung akan membantu proses pembangunan kembali Wantilan Reringgitan. Oleh karena itu, Bupati asal Nusa Ceningan ini  berharap pengempon Pura Penataran Agung Ped segera membuat perencanaan terkait pembangunan wantilan tersebut. 

Sedangkan terkait sumber dana, Pemkab Klungkung akan mengucurkan anggaran melalui APBD. Yakni berasal dari Anggaran Induk 2020 atau anggaran perubahan 2020 melalui dana hibah atau Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Saat ini, baik Bupati Suwirta dan instansi terkait masih mencarikan payung hukum agar anggaran segera dapat direalisasikan dan tidak memicu permasalahan hukum di kemudian hari. Kemudian terkait prosesi upacara pasca kebakaran, akan diserahkan kepada pengempon Pura Penataran Agung Ped.

"Pembangunan Wantilan Reringgitan akan menjadi skala prioritas utama yang akan dilakukan oleh Pemkab Klungkung”, tegas Bupati Suwirta dalam rapat yang dihadiri juga oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Klungkung, Putu Widiada dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana. 

Sebelumnya, pasca peristiwa tersebut, Selasa (20/08) Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta juga sempat meninjau ke lokasi. Agar warga tidak mencuat opini yang simpang siur, ketika itu Wabup Kasta mengingatkan agar masyarakat tetap tenang dan mempercayakan semua penyelidikan kepada pihak kepolisian.

Sementara, di hari yang sama Tim Labfor Polda Bali juga sudah melakukan olah TKP. Tim yang terjun terdiri atas tiga orang, dan proses olah TKP dimulai pada pukul 11.45-13.30 Wita. Namun, untuk penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. "Karena masih diperlukan pemeriksaan lebih lanjut. Nanti hasilnya menunggu tim selesai bekerja," tegas Kapolsek Nusa Penida, Kompol Komang Reka Sanjaya. (dia)