JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Hanya gara-gara terbakar api cemburu, Putu Gde RS (16) pelajar asal Mendoyo, Jembrana secara membabi buta memukul kepala Putu SAP (15) asal Desa Tihingan, Banjarangkan dengan helm, Selasa (20/8).

Ironisnya, peristiwa tersebut terjadi saat korban masih berada di sekolahnya di SMKN 1 Klungkung. Akibat pemukulan tersebut, korban pun harus mendapat perawatan di rumah sakit. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rabu (21/8), kasus penganiayaan tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 Wita. Berawal saat pelaku hendak bertemu dengan pacarnya M di SMKN 1 Klungkung. Pelaku yang sehari-hari tinggal di Desa Celuk,  Sukawati, Gianyar inipun mendatangi sekolah pacarnya. Ia tak sendiri, melainkan didampingi oleh sejumlah temannya. Ketika itu, tanpa disengaja pelaku justru menyaksikan pacarnya sedang memeluk korban. Hal itu lantas membuat pelaku cemburu dan langsung emosi.

Tak berselang lama, pelaku mendatangi korban ke kelasnya. Kemudian tanpa basa-basi, pelaku lantas memukul kepala pelaku dengan helm. Akibatnya, korban terjatuh dan mengalami luka memar di kepala. Siswa lain yang menyaksikan kejadian itu kemudian berupaya mengangkat tubuh korban untuk diajak berobat ke RSUD Klungkung. 

Namun, di saat yang bersamaan rupanya ayah korban, I Putu Tri Bawa (43) datang. Pria paruh baya tersebut mulanya tidak tahu anaknya jadi korban penganiayaan. Ia merasa curiga lantaran saat jam pulang sekolah anaknya justru tidak muncul-muncul. Tri Bawa yang sudah menunggu lama di depan sekolah berinisiatif untuk mengecek ke ruang kelas. Nah, di sanalah ia melihat anaknya sedang dipapah oleh teman-temannya. Merekapun selanjutnya bersama-sama membawa korban berobat ke RSUD Klungkung. 

Pasca kejadian tersebut, Tri Bawa kembali mendatangi sekolah dan diketahui bahwa anaknya menjadi korban pemukulan. Pihak sekolah sudah memberi penjelasan dan berupaya akan masalah bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, Tri Bawa menolak dan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Klungkung. Kasat Reskrim Polres Klungkung, AKP Mirza Gunawan membenarkan adanya laporan terkait kekerasan terhadap anak tersebut. Hingga kini petugas masih melakukan penyelidikan serta meminta keterangan saksi-saksi. "Kasus ini masih dalam penyelidikan, anggota kami masih meminta keterangan sejumlah saksi," ujarnya. (dia)