JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Kasus korupsi pengadaan lahan Dermaga Gunaksa, gratifikasi dan pencucian uang yang melibatkan mantan Bupati Klungkung, I Wayan Candra seolah tak ada akhirnya. Pasca menetapkan Nengah Nata Wisnaya yang merupakan kerabat dekat Wayan Candra sebagai tersangka, Kamis (19/122019), Kejaksaan Negeri Klungkung kembali memulai tahap baru. Yakni dengan menyerahkan tersangka dan barang bukti dari penyidik kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU). Tak main-main, kejaksaan telah menyiapkan 8-9 JPU untuk mengawal kasus ini hingga ke meja hijau. 

 

Kasi Pidsus Kajari Klungkung, Kadek Wira Atmaja menyampaikan, tersangka (Nengah Nata Wisnaya) tiba di Kejari Klungkung sekitar pukul 09.00 Wita. Dalam kondisi sehat dan didampingi oleh penasihat hukumnya, tersangka langsung menjalani sejumlah agenda hingga pukul 11.00 Wita. Diantaranya penyerahan berita acara penelitian tersangka dan periksaan. Setelah itu, berkas perkara tersangka dinyatakan P21 atau lengkap dan dilanjutkan dengan penyerahan tersangka dan barang bukti kepada JPU. 

"Setelah berkas perkara P21atau lengkap, maka hari ini agendanya adalah  penyerahan tersangka dan barang bukti tahap dua. Dari penyidik ke JPU. Tadi sudah dilaksanakan didampingi oleh penasihat hukumnya, kemudian dari JPU akan melakukan penanganan lanjutan selama 20 hari ke depan," jelasnya. 

Lebih lanjut diungkapkan, untuk mengawal kasus ini hingga ke pengadilan, Kejari Klungkung telah menyiapkan 8-9 JPU. Jumlah tersebut memang terbilang cukup banyak, lantaran menurut Wira Atmaja ada dua tim yang dikombinasikan. Yakni dari penyidikan dan tim di JPU. Pihaknya pun menarget, kasus ini secepatnya dapat dilimpahkan ke pengadilan. "Target ke pengadilan sesegera mungkin. Kita tidak bisa metarget bulan ini atau kapan, yang jelas sesegera mungkin. Kalau kita bisa limpahkan segera kenapa harus ditunda-tunda," ujarnya. 

Sementara disinggung mengenai tersangka baru, Wira Atmaja mengatakan hingga saat ini pihaknya masih fokus untuk menggarap kasus Nengah Nata Wisnaya terlebih dahulu. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru. "Kalau tersangka baru tidak menutup kemungkinan. Kita lihat ke depan pengembanganya. Sementara fokus ini dulu, kita rampungkan pelimpahannya," imbuh Wira Atmaja seraya menyampaikan belum ada barang bukti baru yang disita oleh pihak kejaksaan. 

Diberitakan sebelumnya, Nengah Nata Wisnaya yang merupakan sepupu mantan Bupati Candra ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana pencucian uang sebesar Rp 11Miliar sejak Jumat (29/11/2019). Pasca menyandang status tersangka, ia juga langsung ditahan di dalam Rutan Klungkung. Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Nata Wisnaya sempat tiga kali diperiksa sebagai saksi. Ada 20 saksi yang turut diperiksa oleh Kejaksaan dalam kasus ini. Hingga akhirnya Nata Wisnaya diduga ikut terlibat dalam kasus korupsi, Wayan Candra. 

Ia diduga terlibat dalam tindak pidana pencucian uang. Yakni terkait aset empat bidang tanah atas nama tersangka yang tersebar  di  Desa Ped, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, di kecamatan Dawan dan Desa Tojan, Klungkung. Selain itu, Nata Wisnaya juga diduga terlibat tindak pidana pencucian uang dengan Wayan Candra dalam mendirikan perusahaan PT BIP. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang bergerak dalam jasa pengadaan tenaga satpam atau security. Namun dalam perusahaan itu, Wisnaya hanya duduk sebagai direktur formalitas saja karena yang mengendalikan perusahaan tersebut adalah Wayan Candra. Di perusahaan tersebut, pihak penyidik menemukan adanya transaksi keuangan sampai Rp 11 Miliar yang disinyalir merupakan hasil gratifikasi. Atas temuan tersebut, tersangka dijerat dengan pasal berlapis.  Yakni pasal 3,4,5 UU Nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. Dalam pasal tersebut tersangka terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun. (dia).