JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA - fajarbali.com | Pasca Pejenengan di Puri Agung Klungkung masuara (berbunyi) pada malam pangerupukan, Selasa (24/3/2020) lalu, Senin (30/3/2020) bertepatan dengan rainan Kajeng Kliwon, pihak Puri Agung Klungkung menggelar upacara khusus. Yakni upacara nuur tirta (mengambil air suci) di Pura Pejenengan. Prosesi upacara inipun dikawal aparat, guna mengantisipasi terjadinya keramaian. Mengingat atusiasme warga untuk nunas (meminta) tirta yang secara niskala diyakini dapat menangkal pandemi Covid-19 tersebut sangat tinggi. 


Prosesi nuur tirta tersebut dimulai sekitar pukul 10.00 Wita. Di dalam Pura, tak banyak warga yang terlihat, hanya sejumlah tokoh Puri Agung Klungkung beserta perwakilan dari beberapa desa adat. Sementara di pintu masuk Puri, nampak belasan aparat TNI-Polri berjaga-jaga. Demikian juga dengan anggota Satpol PP Kabupaten Klungkung. 

Panglingsir Puri Agung Klungkung, Ida Dalem Semara Putra menyampaikan, sebelum digelarnya upacara nuur tirta Ida Bhatara Pura Pejenengan ini, pihak Puri sebelumnya sudah sempat meminta petunjuk kepada Bagawanta Puri, Ida Pedanda Gde Putra Tembau dari Geriya Aan, Banjarangkan. Ada sejumlah banten upacara yang dihaturkan. Diantaranya, banten pageh tuuh, prayascita, tebasan duurmenggala, dan ajuman putih kuning. 

"Ini sudah berdasarkan petunjuk dari Bagawanta Puri. Karena ini menyangkut keyakinan, jadi bagi warga masyarakat yang akan nunas (mengambil) tirta Pejenengan, cukup diwakilkan dari prajuru adatnya," ujar Ida Dalem Semara Putra. 

Disampaikan, masyarakat yang sudah memperoleh tirta dari parajuru adat, lantas dapat memanfaatkan tirta tersebut dengan memercikan kepada anggota keluarga dan juga di pekarangan. Hal ini diyakini sebagai upaya untuk menangkal penyebaran Virus Corona. Selain memercikkan tirta, untuk menangkal mara bahaya warga juga diminta memasang tiga helai daun pandan berisi bawang dan cabai serta satu uang kepeng. Sarana tersebut lantas diikat dengan benang tridatu. Selanjutnya diletakkan di pintu masuk rumah sebelah kanan. 

Di sisi lain, upaya niskala juga ditempuh oleh PHDI Klungkung untuk 'melawan' Virus Corona. Ketua PHDI Klungkung, Putu Suarta mengimbau umat untuk mengaturkan Pejati di Kemulan masing-masing pada Senin (30/3/2020) saat sandikala atau sekitar pukul 18.30 Wita. Di saat yang bersamaan, ribuan Pinandiha atau Pemangku, dan juga Eka Jati di seluruh Kabupaten Klungkung akan menyuarakan genta. Upaya ini dimaksudkan untuk memohon ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar semua diberikan perlindungan. Sehingga Virus Corona yang melanda, bisa secepatnya musnah. Putu Suartha juga tak menampik, upaya niskala ini berkaitan dengan fenomena Gelung Agung di Pura Besakih yang mengalami kerusakan pasca disambar petir. (dia).