Barcelona Diselidiki RFEF atas Upaya Rekrut Julian Alvarez dari Atletico Madrid
FajarBali.co.id Barcelona sedang diselidiki oleh Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF) menyusul laporan resmi dari Atletico Madrid terkait usaha klub tersebut merekrut penyerang Julian Alvarez di luar periode transfer yang diizinkan.
Klub Catalonia itu mengajukan tawaran senilai 100 juta euro untuk Alvarez, tetapi Atletico menolak keras karena pemain masih terikat kontrak hingga 2030.
Direktur Eksekutif Atletico Madrid, Miguel Angel Gil Marin, menyatakan bahwa Barcelona tidak menghormati klubnya dan melakukan negosiasi secara tidak etis.
"Barcelona tidak menghormati kami. Mereka menganggap bisa bertindak semaunya terhadap kami dan mengira kami lemah serta bodoh. Padahal, mereka justru memperlihatkan kepada dunia cara mereka bertindak," ujar Gil Marin.
"Mereka berbohong kepada kami, kepada pemain, kepada media, bahkan kepada para suporternya sendiri. Mereka mencoba membuat semua orang percaya bahwa mereka bisa menyelesaikan transfer yang sebenarnya tidak mampu mereka lakukan," tambahnya.
Gil Marin menegaskan bahwa Atletico akan mengajukan pengaduan ke FIFA atas dugaan pelanggaran Barcelona yang menghubungi Alvarez saat masa perlindungan kontrak.
Barcelona dikabarkan akan mengajukan banding atas pengaduan ini, namun hubungan kedua klub semakin memburuk dan peluang tercapainya kesepakatan semakin kecil.
Pelatih Atletico, Diego Simeone, juga tidak berniat melepas Alvarez yang sudah mencetak 49 gol dalam 106 pertandingan sejak bergabung dari Manchester City pada musim 2024/2025.
Julian Alvarez dijadwalkan kembali ke skuad Atletico pada 10 Agustus setelah menjalani libur Piala Dunia 2026, di mana ia mencetak satu gol dan membantu Argentina menjadi runner-up.