JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Diberlakukannya tatanan kehidupan era baru atau new normal serta dibukanya pariwisata Bali untuk wisatwan lokal dan domestik tentu menjadi angin segar bagi usaha pariwisata.

Selain itu, hal tersebut jelas akan berkontribusi bagi pemulihan pendukung pariwisata dan perekonomian Bali secara keseluruhan. Namun, usaha di sektor pariwisata harus siap menerima bahwa pemulihan  pariwisata di tahap awal ini tidak akan berlangsung cepat.

 

Pengamat ekonomi, AA Gede Agung Wedhatama P menilai, meskipun pariwisata sudah dibuka, tetapi apabila masih banyak masyarakat yang memiliki persepsi bahwa risiko tertular virus corona masih tinggi dan belum ada vaksin yang bisa melindungi mereka, maka dengan sendirinya mereka akan menunda berwisata dan pada akhirnya menyebabkan lambatnya pemulihan sektor pariwisata.

 

"Lesunya atau bahkan terhentinya aktivitas industri pariwisata Bali disebabkan oleh pandemi. Karenanya, pemulihan sektor pariwisata ini akan sangat tergantung pada penyelesaian pandemi Covid-19 misalnya sudah siapnya vaksin dan kasusnya sudah mengalami penurunan," ujarnya, Rabu (5/8/2020).

 

Pihaknya mengatakan, di awal-awal pembukaan pariwisata ini, kontribusi sektor pariwisata bagi perekonomian Bali tidak akan meningkat secara signifikan. Lebih lanjut ia menyebutkan, walaupun belum berjalan secara optimal, namun pembukaan pariwisata secara tidak langsung akan memutar kembali roda prekonomian Bali.

 

Itu berarti aktivitas yang sebelumnya sempat mati suri akan mulai berjalan kembali. Bahkan ketika pariwisata sudah dibuka untuk wisatawan mancanegara pun, industri pariwsita akan memerlukan waktu untuk bisa recovery.

 

"Kita meyakini sektor pariwisata Bali akan kembali pulih. Hal ini dikarenakan selama masa pandemi Covid-19, masyarakat menahan diri untuk melakukan wisata. Ketika pandemi Covid-19 ini berakhir atau sudah terdapat solusi yang dipercaya oleh masyarakat, seperti sudah adanya vaksin, maka kekhawatiran masyarakat terhadap risiko tertula virus corona tidak lagi tinggi. Jadi pariwisata akan bangkit kembali," tuturnya.

 

Ia menambahkan, hingga saat ini sangat banyak masyarakat di berbagai belahan dunia menahan diri untuk berwisata akan mulai melakukan aktivitas berwisata apabila pengobatan maupun vaksin Covid-19 sudah ditemukan. Jadi mereka tidak akan merasa khawatir jika harus berwisata.

 

"Kita harapkan para pelaku pariwisata Bali harus bersiap diri. Di masa awal pembukaan sektor pariwisata, para pelaku pariwisata turut menciptakan rasa nyaman dan aman bagi wisatawan dalam kaitannya dengan risiko penularan Covid-19, baik disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan yang ketat maupun melakukan inovasi dalam produk jasa wisata untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam berwisata. Hal ini tentu bertujuan membangkitkan pariwisata dan menggerakkan perekonomian Bali yang sempat terhenti," tegasnya.(dar).