JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography
DENPASAR - fajarbali.com | Musik pop Bali merupakan salah satu produk budaya populer di kalangan masyarakat Bali dan saat ini tengah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Selain itu, musik pop Bali  juga semakin digandrungi semua kalangan termasuk para generasi milenial.


Jika awalnya orang Bali masih malu-malu menyanyikan lagu pop Bali, kini lagu pop Bali justru berkembang menjadi tren. Musik pop Bali pun bertumbuh menjadi industri dengan warna komersialisasi yang kental. 


Sepanjang perjalanannya, musik pop Bali pun mengalami dinamika. Pergeseran corak dan warna yang dialami musik pop Bali mengundang perdebatan mengenai identitas musik pop Bali atau lagu pop Bali.

"Selain soal identitas, perkembangan musik pop Bali ternyata juga menjadi representasi dinamika sosial, budaya, ekonomi bahkan politik masyarakat Bali," ujar pengamat musik pop Bali sekaligus penulis buku 'Kene Keto Musik Pop Bali' Made Adnyana, Rabu (23/9/2020) di Denpasar.

Pada bulan Juli 2020 yang lalu, Made Adnyana yang juga akademisi Universitas Mahadewa Indonesia Denpasar menulis buku "Kene Keto Musik Pop Bali". Boleh jadi, inilah buku pertama yang merekam perjalanan musik pop Bali sejak awal kelahiran hingga perkembangannya di era milenium ini, termasuk berbagai dinamikanya.

"Hingga kini belum ada buku yang komperehensif membahas sejarah dan pertumbuhan musik pop Bali. Buku 'Kene Keto Musik Pop Bali' yang saya buat diterbitkan Mahima Institute sebagai dedikasi atas penghargaan Bali Jani Nugraha 2019 yang diberikan Pemerintah Provinsi Bali kepada sejumlah tokoh, termasuk saya sendiri," ungkap Made Adnyana yang juga seorang jurnalis.

Made Adnyana menambahkan, untuk mengulas lebih mendalam terkait buku 'Kene Keto Musik Pop Bali', pihaknya pada hari Selasa, 29 September 2020 mendatang akan menggelar diskusi virtual bertajuk Ngorbit#7: Ngobrol-Buku Virtual bersama jagadbuku.

"Selain menghadirkan saya sebagai penulisnya, dalam diskusi virtual Ngorbit#7 juga menghadirkan dua narasumber praktisi dan pengamat musik pop Bali, yakni Gus Martin (jurnalis, seniman, dan kartunis) dan I Komang Darmayuda (akademisi seni musik Institut Seni Indonesia Denpasar). Ngorbit dipandu penunggu jagadbuku, I Made Sujaya," imbuhnya.

Ngorbit#7 dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi zoom pukul 17.00-19.00 WITA. "Para sahabat jagadbuku yang ingin bergabung dapat memasukkan ID meeting : 867 7050 4121 dengan Passcode: NGORBIT7. Para sahabat jagadbuku yang tidak bisa bergabung di ruang zoom, masih bisa mengikuti Ngorbit#7 melalui kanal youtube jagadbuku," pungkasnya.(dar).