JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

"Di Indonesia, ada jutaan perempuan yang perlu pekerjaan dan ingin berkontribusi secara finansial bagi keluarga mereka...kalau saja saya bisa menyediakan solusi yang mudah dan terjangkau bagi mereka, saya bisa mengubah masa depan mereka."

Membantu bisnis kecil, terutama milik sesama pengusaha wanita, adalah motivasi bagi Sonja Johar, salah satu pendiri Halosis, yang menyediakan layanan chatbot untuk membantu penjual di media sosial menjual produk mereka dengan lebih efisien.

Sonja adalah salah satu dari banyak pendiri usaha perempuan di Asia-Pasifik yang mengejar ide-ide besar. Di mana-mana, para pendiri usaha merasakan keadaan yang sulit karena dampak dari Covid-19, namun keadaannya bahkan lebih sulit bagi perempuan--yang umumnya lebih berperan dalam mengurus keluarga. Sebagai seorang perempuan yang juga bekerja (dan sedang mengandung!), Sonja lebih termotivasi lagi untuk membantu para pengusaha perempuan karena ia tahu betapa sulitnya menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga.
"Hal seperti itu sering kami temui saat memberikan dukungan bagi pendiri usaha perempuan, seperti dalam program Campus for Moms kami. Dampak positifnya bagi ekonomi lokal menjadi berlipat ganda--sesuatu yang bahkan lebih penting mengingat tantangan di masa ini. Di tahun 2019, ada lebih dari 20 unicorn yang didirikan oleh perempuan. Meskipun demikian, perempuan masih sangat kurang terwakili di dalam ekosistem startup. Misalnya, di Korea, jumlah pendiri startup perempuan hanya 9%"
Itulah sebabnya minggu ini diluncurkan Immersion: Women Founders -- sebuah program bimbingan pengembangan keterampilan selama delapan minggu bagi startup-startup berpotensi tinggi yang diseleksi dari komunitas startup Asia-Pasifik. Startup yang terpilih akan bermitra dengan mentor Google yang berpengalaman untuk membantu mereka mengatasi tantangan dalam mengembangkan bisnis; baik memperluas basis pelanggan, menumbuhkan pendapatan, atau membuat persiapan untuk penggalangan dana. 
Selain Sonja, dari Indonesia juga ada Afia Fitriati, pendiri Gadjian, bisnis yang bertujuan untuk mengubah manajemen sumber daya manusia untuk UKM Indonesia dengan menyediakan platform untuk mengotomatisasi pekerjaan HR dan admin yang manual dan berulang-ulang. (rls/dj)