JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography
SEMARAPURA-fajarbali.com | Petani rumput laut di Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung terpaksa harus melakukan panen dini. Menyusul bibit rumput laut yang mereka tanaman terserang penyakit. Agar kerugian tak semakin besar, rumput laut yang belum memasuki masa panenpun akhirnya dipanen lebih cepat. Meskipun dengan risiko nilai jual yang anjlok.



Luh Armini merupakan salah seorang petani rumput laut yang mengalami kondisi demikian. Petani asal Banjar Nyuh Kukuh, Desa Ped ini menuturkan, ia bersama para petani di desanya menanam rumput laut jenis Spinosum pada awal Maret lalu. Normalnya, rumput laut biasanya dipanen pada setelah 30 hari masa tanam. Namun kini, hal tersebut tak bisa dijalankkan, mengingat kondisi rumput laut yang terserang penyakit. Pada pertengahan Maret, bercak-bercak putih pada rumput laut mulai muncul. Sehingga dengan berat hati, petani sekitar memutuskan untuk melakukan panen lebih awal.

"Rumput laut yang kami tanam ada bercak putih-putihnya seperti ini. Pertumbuhannya tidak bagus, sepertinya terserang penyakit," ujar Armini beberapa waktu lalu.

Baca Juga :
Jembrana Layak Miliki Gedung BNNK
Pemkab Jembrana Laksanakan Bhakti Penganyar di Pura Besakih


Menurut Armini, jika melihat cuaca yang normal dan sangat mendukung. Semestinya tidak ada masalah pada rumput laut yang mereka tanam. Tetapi, kenyataannya, kondisi rumput laut para petani sekitar justru tidak sempurna. Mereka khawatir, jika tak dipanen lebih cepat, maka bisa-bisa seluruh bagian rumput laut terserang penyakit. Sehingga kerugian yang dialamipun menjadi lebih tinggi.

"Kami khawatir kalau menunggu masa panen normal, nanti rumput laut yang kami tanam akan busuk dan gagal panen. Bisa tali-tali saja yang tersisa, jadi kami memutuskan untuk melakukan panen meski belum waktunya," terang Armini khawatir.

Sementara petani lain, Komang Tiyas asal Banjar Nyuh Kukuh mengatakan dirinya juga mengalami hal yang sama. Rumput laut jenis spinosum yang ditanamnnya juga terserang penyakit. Hal itu juga berdampak pada harga jual. Disebutkan, jika dalam kondisi baik, rumput laut jenis Spinosum biasanya dijual Rp7.000 per kilogram dalam keadaan kering. Tetapi semenjak terserang penyakit, rumput laut Spinosum kering hanya terjual Rp4.000 per kilogramnya.