JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography
SEMARAPURA-fajarbali.com | Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) didatangi oleh Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, Selasa (6/4/2021). Selain memastikan agar pengelolaan pemerintah daerah dijalankan dengan program inovatif, bupati juga meninjau beberapa program yang sudah bergulir. Diantaranya, program Universal Health Coverage (UHC).

Hal itu terungkap saat Bupati Suwirta mengunjungi Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Ketika itu, Bupati Suwirta mendapati banyak warga yang sebelumnya merupakan peserta BPJS mandiri dan pekerja penerima upah kemudian beralih ke program Universal Health Coverage (UHC).

Fenomena itu terjadi di tengah pandemi Covid-19. Tercatat sudah sebanyak 2.339 peserta yang beralih mengikuti program UHC Pemkab Klungkung. Jika dihitung maka 2.339 peserta ini akan memerlukan dana tambahan sekitar Rp1 Miliar. Sedangkan selama ini Klungkung telah menggunakan dana Rp33 miliar dana untuk UHC.

Baca Juga :
Rambut Gondrong, Anggota Polres Klungkung Dihukum Push Up, Terjaring Razia Gaktiblin
Nihil Hasil, Operasi Cipkon Tim Gabungan Polres Bangli Periksa Kendaraan Pada Malam Hari


Sementara untuk usulan bedah rumah dan rehab rumah tercatat sebanyak 1.300 lebih. Namun, setelah dilakukan versifikasi hanya 770 yang layak. Kedepan pihaknya berharap Perbekel untuk lebih terbuka dalam pengajuan usulan. Bupati Suwirta juga berkomitmen dengan dana operasional dan penghasilan yang diperolehnya, akan menyisihkan untuk mendukung program rehab dan bedah rumah tersebut.

Selain Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, di hari yang sama Bupati Suwirta juga mengunjungi Bagian Tata Pemerintahan, Bagian Organisasi, Baperlitbang, serta Dinas Komunikasi dan Informatika.

"Saya hanya ingin memastikan bahwa dalam kegiatan pengelolaan pemerintah daerah dilakukan dengan program inovasi. OPD juga saya genjot untuk menciptakan program inovasi guna mempercepat penyelesaian masalah serta menggali potensi. Terlepas dari adanya lomba Sinovik dari Menpan RB dan ajang Inovatif Government Awards (IGA) Kemendagri. OPD supaya segera melengkapi dan mengumpulkan program inovasi," pinta Bupati Suwirta.

Dijelaskan, pembuatan program-program inovatif bukanlah untuk perlombaan saja, namun yang lebih penting adalah untuk memberikan pelayanan masyarakat supaya lebih optimal. Untuk menghadapi lomba, kedepan pihaknya akan turun langsung untuk menangani perlengkapan program inovasi dari seluruh OPD sehingga diharapkan bisa diakui oleh pusat. Apabila mendapat pengakuan dari pusat, maka otomatis akan didapatkan Dana Insentif Daerah (DID).

Pada ajang Inovatif Government Awards (IGA) 2021 Klungkung menyiapkan sebanyak 103 program inovasi. 103 inovasi ini merupakan hasil verifikasi terhadap 245 nama-nama inovasi yang masuk ke Baperlitbang dari tahun 2019-2021 untuk dinilai apakah memenuhi syarat untuk diikutkan IGA 2021. Bupati Suwirta juga perintahkan Baperlitbang untuk menginventarisir beberapa program inovasi yang telah berjalan seperti Temu Wirasa, Ngaben Massal dan Hidroponik untuk KK miskin. Ada juga beberapa inovasi yang masih dikembangkan berupa aplikasi pendukung Bimajuara dan aplikasi yang bernama Solusi.

Sedangkan untuk mengahadapi ajang Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) dari Menpan RB, saat ini terdata 14 program inovasi baru. Penginputan proposal inovasi di Sinovik 2021 paling lambat tgl 19 April 2021. Atas dasar itu Bupati Suwirta perintahkan OPD untuk percepat penginputan proposal pada Sinovik 2021. (dia)