JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography
SEMARAPURA-fajarbali.com | Meski pandemi Covid-19 meluluhlantakkan sektor pariwisata, hal ini tak lantas membuat Pemerintah Kabupaten Klungkung berpangku tangan. Sebaliknya, di masa vakum ini, Pemkab Klungkung justru terus menggali potensi pariwisata yang belum tersentuh. Salah satunya, potensi wisata spiritual di Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung.



Potensi wisata spiritual tersebut berupa mata air yang dijadikan tempat pesucian/melasti. Posisinya berada di sebelah barat Desa Bakas, tepatnya di sekitar aliran Sungai (Tukad) Melangit. Sabtu (1/5/2021), Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta bersama Kepala Dinas Pariwisata, A.A Gede Putra Wedana, Camat Banjarangkan, Dewa Komang Aswin, OPD terkait, perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat, melihat dari dekat lokasi destinasi wisata tersebut.

Posisi tempat pesucian ini berada di bawah tebing. Untuk mencapainya, Bupati bersama rombongan harus menyusuri jalan setapak di tengah pematang sawah. Dilanjutkan dengan menuruni puluhan anak tangga yang terbuat dari beton. Sebelum mencapai lokasi tempat pesucian, pemandangan indah tersaji di tengah perjalanan. Dari atas terlihat pepohonan hijau dan lembah dengan aliran Tukad Melangit.

Baca Juga :
Putuskan Jadi 'Junior' Suwirta Berlabuh ke PDI Perjuangan, Lepas Peluang Menuju Bali Satu
Bupati Tamba Cek TPK Sapi dan Mall Pelayanan Publik


Bupati Suwirta dalam kesempatan itu menyampaikan saat ini Pemkab Klungkung sedang serius untuk pemberdayaan desa wisata dan objek inilah salah satunya. Untuk mensukseskan program tersebut, tentunya tidak cukup hanya didukung Pemeritah Daerah saja, tetapi perlu adanya kerjasama yang baik dari perangkat desa.

“Kami di Pemerintah Daerah sangat mensupport pengembangan destinasi wisata di Desa Bakas ini, saya sudah melihat perencanaannya. Kerjasama yang baik antara Pemerintah daerah dengan perangkat daerah tentu terus dilakukan agar destinasi wisata ini bisa berkembang dengan sebaik-baiknya,” ujar Bupati Suwirta

Bupati Suwirta juga menambahkan semua potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Desa Bakas ini termasuk modalnya/keuangan itu bisa dibuatkan konsorsium, sehingga desa wisata ini bisa dimilki oleh Desa Bakas itu sendiri baik itu BUMDes, Pokdarwis atau mungkin bisa dimilki oleh semua warga yang memilki kemampuan finasial.

“Jadi tetap terus semangat mengembangkan potensi Desa Wisata ini dengan bentuk konsep konsorsium, sehingga desa wisata ini bisa dimilki oleh warga di sini,” harap Bupati Suwirta sembari memberikan support kepada Desa Bakas. (dia)