JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography
Mangupura-fajarbali.com | Menyambut libur Hari Raya Lebaran, kondisi okupansi hotel di Bali masih sangat memprihatinkan. Pasalnya, menjelang Idul Fitri tahun ini, tingkat okupansi hotel masih belum ada peningkatan yang signifikan.

Wakil Ketua PHRI Badung, Dr. (C) I Made Ramia Adnyana, S.E., M.M., CHA mengungkapkan, okupansi hotel masih kebanyakan single digit di wilayah Kuta, Seminyak dan Ubud. Sepinya tingkat okupansi bisa dilihat dari tren booking di reservasi. Keadaan yang berlangsung ini diperkirakan juga dampak dari imbauan untuk tidak mudik dari pemerintah.

"Awalnya kami berharap di libur Lebaran ini kita bisa panen dari pasar dometik yang berlibur ke Bali dan merupakan starting point yang bagus sebelum border internasional di buka di bulan Juli 2021. Namun harapan itu kini hilang karena kondisinya akan sama seperti kondisi sebelumnya yaitu hotel-hotel pada kosong," ujarnya, Senin (10/5/2021).

Baca Juga :
4 Desa dan 1 Kelurahan Terima Bantuan Padat Karya Tunai Kotaku, Lapangan Kerja Bagi Warga Terdampak Pandemi
Tekan Stunting, Bappenas Salurkan Benih Padi Biofortifikasi, Hasil Panen Tidak Boleh Dijual dan Mesti Dikonsumsi


Kendati demikan, Ramia mengakui sangat memahami langkah strategis yang diambil pemerintah terkait larangan mudik yaitu dalam rangka menekan pandemi Covid-19. Ramia yang juga Ketua DPD Masata Bali ini pun menyebutkan, dengan bercermin kondisi pariwisata jelang Hari Raya Lebaran ini maka estimasi sementara kondisi bisnis pada 2020 dan 2021 masih kurang lebih sama.

"Walaupun ada kenaikan sedikit namun pendapatan belum mampu meng-cover expanses yang dikeluarkan sehingga masih rugi (lost)," terangnya.

Ia menambahkan, bahwa untuk pembatalan reservasi hotel selama libur Lebaran sudah terjadi. Total data pembatalan hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan pastinya. Ia berharap meskipun pemerintah melakukan pengetatan perjalanan dalam negeri, sektor wisata tetap diperbolehkan untuk beroperasi pada saat masa libur Lebaran.

"Walaupun ada pembatalan, namun masih ada satu dua wisdom jenis keluarga, pasangan yang berkunjung ke Bali untuk menikmati liburan," sebutnya.

Senada dengan Ramia, praktisi pariwisata I Made Ricky Darmika juga mengungkapkan, bahwa jumlah wisdom yang turun drastis membuat okupansi hanya satu digit dari sebelumnya mencapai dua digit. Meskipun mengalami penurunan, pihaknya menilai kondisi saat ini masih lebih baik dibandingkan pada awal-awal pandemi Covid-19 di 2020. (dha)