JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

Mangupura-fajarbali.com | Desakan untuk menjadikan Bali sebagai 'Pulau Karantina' semakin santer dan diharapkan dapat terealisasikan. Tak sekadar berbicara kesehatan, penetapan Bali menjadi Pulau Karantina juga bakal berimbas positif terhadap perekonomian dan pariwisata Pulau Dewata. Desakan ini tentu beralasan, mengingat perekonomian Pulau Seribu Purai ini dalam dua tahun terakhir tidak beranjak dari tren negatif.

Sehubungan dengan hal tersebut, Ketua Bali Villa Association (BVA) Chapter Badung, Putu Gede Hendrawan menilai, Bali sangat layak menjadi Pulau Karantina. Selain memiliki keberagaman keindahan alam, seni dan budayanya, Bali juga sebagai salah satu Provinsi dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang sangat baik. "Saya rasa Bali sangat pantas untuk menjadi Pulau Karantina. Karena terputus dari jalur daratan antara pulau yang lainnya. Dan ini Bali merupakan pulau tersendiri yang banyak memiliki keunggulan," ujarnya, Rabu (19/1).

  Pengalaman melayani wisatawan mancanegara selama puluhan tahun, kata Hendrawan menjadi modal Bali sebagai Pulau Karantina. Tidak sebatas pengalaman, Bali juga cukup mumpuni dari sisi infrastruktur, fasilitas, dan kemampuan sumber daya manusia (SDM). "Pegawai hotel sudah terlatih bagaimana melayani dan menjaga tamu sesuai dengan situasi dan kondisi daripada tamu tersebut. Sedangkan dari fasilitas hotel, Bali sudah memiliki hotel sampai bintang lima plus, dan sudah sangat memadai fasilitasnya," terangnya.

  Selain itu, fasilitas dari sisi kenyamanan, keamanan, semua sudah disiapkan, bahkan sebelum pandemi Covid-19. "Jadi pelaku pariwisata, baik itu pengusaha hotel, restoran, maupun villa, saya rasa sudah menyiapkan segala sesuatunya demi kenyamanan tamu. Terlebih pelaku pariwisata sudah melakukan vaksinasi dan akomodasinya sudah menerapkan protokol kesehatan CHSE dan memasang QR code PeduliLindungi," sebut Hendrawan.

  Ia menilai, ketika Bali ditetapkan sebagai Pulau Karantina, akan memberikan dampak positif. Dampak yang bisa dirasakan adalah terwujudnya percepatan pemulihan perekonomian Pulau Seribu Pura. "Ini momen tepat di tahun 2022 ini untuk kita bangkit, dengan memanfaatkan Bali sebagai Pulau Karantina," pungkasnya. (dha)

BERITA TERKINI