JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

MANGUPURA – fajarbali.com | Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Provinsi Bali I Wayan Mardiana menyebut Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sari Sedana Luwih sejalan dengan Visi Gubernur Bali tentang Ekonomi Kerthi Bali.

Dalam Ekonomi Kerthi Bali yang digagas Wayan Koster, pertanian (dalam arti luas) diposisikan paling atas disusul dengan industri, IKM, UMKM, Koperasi serta ekonomi kreatif berbasis digital. Sedangkan pariwisata yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Bali justru ditempatkan di posisi terakhir sebagai ‘bonus’.

Dengan demikian, lanjutnya, koperasi memiliki peran strategis meningkatkan perekonomian Pulau Dewata dengan melirik sektor pertanian sebagai target akses permodalan. Apalagi, saat ini KSP Sari Sedana Luwih sudah menerapkan sistem digital.

“Berdasarkan laporan dan pengamatan, KSP Sedana Luwih ini adalah koperasi yang sangat sehat. Sehingga masyarakat dan anggota jangan ragu. Nilainya AAB, ini sudah luar biasa. Saya apresiasi jajaran pengurus, pengawas dan semua pihak yang terkait,” jelas Mardiana di sela menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSP Sari Sedana Luwih XVIII serta pelantikan pengawas, Minggu (27/2/2022) di Warung Mina Dalung, Kuta Utara, Badung.

Bukti lain yang menegaskan bahwa KSP Sedana Luwih adalah koperasi yang berkualitas yakni, tetap menggelar RAT dan Sisa Hasil Usaha (SHU)-nya meningkat meski dunia telah dilanda Pandemi Covid-19. Bagi anggota yang memiliki uang, dia berharap disimpan di KSP Sedana Luwih. Selain bunga simpanan lebih tinggi, anggota juga mendapatkan keuntungan berbentuk SHU.

Menurut dia, tantangan koperasi ke depan tidak mudah. Karenanya, ia meminta pengurus dan pengawas KSP Sari Sedana Luwih menjaga komitmen demi menjaga eksistensi koperasi yang telah dibangun dengan susah payah.

Tantangan berikutnya datang dari koperasi lain yang bermasalah. Ini dibuktikan dengan banyaknya pengaduan yang diterima Diskop UKM tentang banyaknya koperasi bermasalah yang berawal dari oknum pengurusnya yang tidak becus atau berniat memperkaya diri sendiri.

“Terhadap permasalah ini kami sudah bentuk satuan tugas menangani koperasi ‘sakit’ yang terdiri dari unsur-unsur instansi terkait. Jika tidak secepatnya ditangani, yang sakit-sakit ini akan memberikan citra kurang bagus bagi semua koperasi. Sayang kalau koperasi bagus seperti Sedana Luwih ini terkena imbas citra yang kurang baik,” tegas Mardiana. (Gde)

BERITA TERKINI