JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

MANGUPURA-fajarbali.com | Pelaku Usaha Kesil Menengah (UKM) di Badung mendapatkan kesempatan emas bisa tampil diajang Annual Meeting IMF–World Bank di Nusa Dua, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan.

Artinya, secara langsung mereka bisa mempromosikan produk unggulan yang dimiliki kepada para delegasi annual meeting IMF-WB dari 189 negara. Kepala Bidang UKM, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung, Gusti Agung Suwartini mengungkapkan, total ada 50 UKM yang tampil dalam ajang internasional tersebut. Para pelaku UKM ini mendapat tempat di kawasan Bali Collection di komplek ITDC Nusa Dua, khususnya di blok A dan blok B. “UKM kita mendapatkan kesempatan membuka stand mulai hari ini (kemarin) sampai tanggal 13 Oktober 2018,” ungkapnya, Kamis (11/10/2018).

Menurut Suwartini, pelaku UKM sangat antusias untuk menampilkan produk-produk unggulan mereka. Pelaku UKM katanya, mendapat kesempatan membuka stand dari pukul 10.00 Wita sampai 22.00 Wita. “Semoga berkah, karena ini merupakan ajang promosi. Para delegasi berasal dari 189 negara, dan ini kesempatan bagus sekali,” ucapnya.

Keberadaan stand produk lokasi di ajang tersebut, aku Suwartini, mendapat respon positif dari para delegasi. “Respon dari para delegasi sangat bagus, karena Bali Collection satu-satunya pusat perbelanjaan yang ada di kawasan ITDC. Kami berharap melalui ajang ini, bisa membantu mempromosikan produk UKM kita, hingga tembus ke pasar internasional,” harapnya.

Seperti diketahui, UKM yang tampil di ajang annual meeting IMF-WB meliputi produk kerajinan, fashion, maupun kuliner. Pelaku akan tampil terhitung sejak kemarin hingga, Sabtu (13/10).

Pada bagian lain, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung I Ketut Karpiana berharap UKM yang akan tampil dalam ajang annual meeting IMF–World Bank bisa memaksimal untuk mempromosikan produk-produknya. Mengingat, diperkirakan ajang ini bakal dihadiri oleh 15.000 delegasi dari 189 negara. “Ini kesempatan emas ada ajang annual meeting IMF–World Bank. Makanya sejak awal kami sudah komitmen untuk membantu mempromosikan produk UMKM yang ada di Badung,” kata birokrat asal Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi itu. (put)