JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BTB Bantah Adanya Dugaan Kesepatan Rahasia

EKONOMI
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Setelah mendapat sorotan dewan dan masyarakat terkait adanya dugaan kesepakatan, akhirnya Bali Tourism Board (BTB) angkat bicara.

BTB langsung menggelar konferensi pers dengan dipimpin oleh Ketua BTB IB Agung Partha, didampingi oleh Gede Nurjaya, termasuk juga hadir jajaran lain seperti Ketua Asita Bali Ardana, Ketua PUTRI (Perhimpunan Taman Rekreasi) Bali IGA Inda Trimafo Yuda, Ketua HPI Nyoman Nuarta dan jajaran lainnya.

Dalam konferensi persnya, BTB menjelaskan bahwa tak ada niatan pihaknya melakukan hal pelanggaran, termasuk dugaan pertemuan dan kesepakatan rahasia. Terlebih, persoalan tersebut telah terjadi sejak lama.

“Ini masalah sudah sejak tahun 2001 tidak pernah selesai, kami ingin memberikan solusi dan tidak ada lagi masalah ini,” kata Ketua BTB IB Agung Partha.

Gus Agung juga membantah apabila ada yang menyangka jika dirinya sengaja mengambil keuntungan dari persoalan wisatawan Tiongkok yang belakangan ramai diperbincangkan.

“Saya banyak diwariskan tanah oleh kakiang (kakek) saya. Saya tidak ada niat mau cari keuntungan, buktinya semua mendukung dari jajaran organisasi pariwisata,” akunya.

Mengenai landasan dan wewenang BTB, sampai langsung membuat kesepakatan dan dengan cepat menyatakan masalah selesai. Gus Agung juga mengelak, hanya karena ingin bekerja cepat. Jika menunggu pemerintah pasti akan lama, dan akan banyak kerugian di Bali. Bahkan kalau pemerintah paling baru selesai Januari – Februai tahun 2019.

“Saya ingin bekerja cepat, saya ingin bekerja spartan. Itu saja yang melandasi akhirnya kami hadir untuk menyelesaikan masalah ini, kalau dibiarkan pemerintah terlalu lama,” jawabnya.

BTB menyebut bahwa beberapa bulan kedepan yakni hingga Bulan Januari 2019 terlalu lama. Padahal, sebelumnya dari penjelasannya, permasalahan sudah ada sejak Tahun 2001 yang lalu.

“Intinya saya ingin meniru kerja Pak Jokowi, cepat. Saya tidak mau bicara ke belakang, toh juga Ketua BTB sebelumnya kakak saya,” akunya.

Bukan hanya itu saja, tanda tangan beda Gus Agung sebagai Ketua BTB antara surat undangan jumpa pers dan surat kesepakatan atau agreement. Terlihat beda jauh, bahkan sangat berbeda. Wartawan koran ini sempat mengkonfirmasi, untuk memastikan bahwa kesepakatan itu memang tanda tangan Gus Agung.

“Ya benar, saya memang tanda tangan itu dua-duanya. Ini rahian (hari suci) saya tidak bohong. Yang jelas itu tanda tangan saya, tidak palsu. Saya memang sering seperti itu, beda tanda tangannya,” kilahnya.

Sementara itu, Ketua HPI Nyoman Nuarta menolak jika kesepakatan yang beredar saat ini merupakan suatu agreement. Tetapi merupakan pernyataan dari pengusaha itu yang menyatakan siap mengikuti aturan. Namun, saat ditunjukkan adanya kop agreement, dan nada tanda tangan antara Gus Agung dan pemilik Group Mahkota serta Group Onbase yang adalah orang Tiongkok, pihaknya tetap menolak menyebut itu agreement. “Itu bukan agreement bagi saya, bukan. Kalau agreement mestinya ada para pihak,” tegasnya.

Menambahkan hal itu, Gus Agung (Ketua BTB) langsung menyela dan menyampaikan penjelasan agar tidak terjadi blunder. “Mohon biar tidak blunder, masalah agreement. Memang kami akui ada tulisan agreement dalam surat yang saya tanda tangani,” tutur dia. (her)