JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

SEMARAPURA-fajarbali.com | Puluhan pemindang ikan di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung kini bisa bernafas lega. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Klungkung segera akan melakukan uji coba peralihan bahan bakar pemindangan ikan.

Bahan bakar yang sebelumnya memanfaatkan kayu bakar, akan diganti dengan pellet yang dihasilkan oleh program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS). Selain menghemat biaya dan meminimalisir penggunaan kayu, cara ini juga diyakini dapat mengurangi polusi udara. 

Kamis (11/4) Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengatakan, peralihan bahan bakar pemindangan ini segera akan diujicobakan. Uji coba ini dilakukan dalam upayanya mengurangi pemakaian kayu bakar dalam jumlah yang besar pada sentra produksi pemindangan ikan di desa Kusamba. 

“Pellet sampah ini sudah pernah kita uji cobakan sebagai pengganti batubara. Kami  memasak makanan memakai kompor khusus pellet sampah  dan hasilnya tidak menimbulkan aroma apapun, bahkan asap yang ditimbulkan pun sangan sedikit, untuk itu saya sangat optimis uji coba ini akan berhasil, ”ujar Bupati Suwirta.


Saat uji coba nanti, akan disiapkan sebuah tungku khusus untuk bahan bakar pellet. Para pemindang juga akan  diundang dalam uji coba ini. Agar mereka dapat menilai hasil pemindangan dengan menggunakan bahan bakar pellet sampah.

“Semua langkah dan upaya yang kita lakukan selama ini tujuannya hanya satu, yakni mengatasi permasalahan sampah. Dengan banyaknya pemakaian pellet tentu akan dibutuhkan banyak pula sampah sebagai bahan pembuatan pellet,” ujar Bupati asal Nusa Ceningan ini.

Sementara itu, salah seorang pelaku pemindangan yakni Komang Suridep mengatakan, jumlah pemindang di lokasi tersebut mencapai 50 orang. Tiap orang pemindang menghabiskan biaya sekitar Rp100 ribu perhari untuk bahan kayu bakar saja. Selain biaya yang tinggi, pemakaian kayu bakar juga menimbulkan polusi udara.

"Saya berharap hasil uji coba penggunaan pellet tidak akan menimbulkan aroma dan rasa yang berbeda pada pindang yang kami olah," harapnya. (dia)