JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Wakil Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Badung Dr. Putu Suwantara. SH.,M.Kn.,CPD memberikan Seminar Kewirausahaan di Kampus Politeknik Negeri Bali, Sabtu (6/4/2019).

Kegiatan yang merupakan Program HIPMI Goes To Campus ini untuk memberikan inspirasi bagi mahasiswa (anak muda) untuk berani memulai usaha sambil kuliah. Diharapkan melalui motifasi yang disampaikan ini kedepan akan semakin banyak lahir wirausaha (entrepreneur) baru.

Mengangkat tema 'Pengusaha Pejuang, Pejuang Pengusaha' Putu Suwantara memulia talkshownya dengan menjelaskan bahwa menjadi wirausaha muda adalah pilihan. Mahasiswa di kampus yang ingin sukses jangan hanya berfikir bisa menyelesaikan skripsi lalu mencari pekerjaan setelah lulus.

Dicontohkan seperti dirinya hingga menyelesaikan gelar doktor (S3) waktu kuliah selaku diselingi dengan ide dan gerakan untuk berusaha. Menurutnya calon pengusaha harus memahami apa yang didapat di bangku kuliah adalah bekal intelektual untuk mampu menganalinsa sebuah persoalan hingga kemampuan menyelesaikan sebuah masalah.

Melalui Program HIPMI Goes To Campus ini diharapkan mampu membangun paradigma bagi mahasiswa apa yang bisa mereka kerjakan diluar kesibukannya sebagai mahasiswa. Memuli bisnis sejak dini ditekankan pengusaha properti ini sangat penting untuk membangun kemandirian karena harus disadari tantangan dunia usaha kedepan akan semakin kompleks. Sebagai starup, usaha bisa dimulai dari jenis yang sederhana sehingga tidak harus menciptakan produk namun cukup dengan memasarkan produk. Hal lainnya bisa dilakukan dengan menjadi agen asuransi atau melalui bisnis multi level marketing.

"Kemampuan atau insting tidak bisa diasah dari bangku kuliah tapi harus berpraktek," jelas Direktur Utama PT Agung Mesari Harijaya ini.

Dalam sesi diskusi juga terungkap banyak mahasiswa takut memuli usahanya karena tidak adanya dukungan penuh dari orang tua. Untuk itu Putu Suwantara menekankan pentingnya sebuah keyakinan dalam memulai usaha sehingga dukungan datang dari banyak pihak terutama dari lingkungan keluarga.

Ia juga menegaskan sebagai pemula, wirausaha muda disarankan melakukan usaha secara mandiri atau tidak berkelompok. Hal ini perlu diperhatikan mengingat anak muda yang baru memulai usaha masih dikendalikan emosi sehingga bila dilakukan secara berkelompok dipastikan usaha yang baru dirintis tidak akan bisa dikontrol dengan baik "Pemula saya sarankan jangan memulai usaha dengan bergroup karena kadang emosi masing-masing tidak terkontrol. Mending memulai sendiri usaha sesui kemampuan, mungkin bisa dengan membuka jasa foto kopi, pengetikan atau bisa menjadi distributor dengan menjual kaos atau sepatu sehingga tifak perlu banyak modal atau buka toko," ungkapnya.

Ketika seseorang sudah mampu mengendalikan dan menggerakkan bidang usahanya dengan baik, maka baru dipandang perlu untuk membangun relasi dan kerjasama untuk saling mendukung core bisnis yang dibangun. Ditegaskan dalam menjalankan bisnis sangat diperlukan intuisi, insting dan pengetahuan dengan kedewasaan diri mengendalikan ego yang biasanya muncul seperti diawal membuka usaha.

Kemampuan memasang target pengembangan usaha juga dinilai sebagai hal yang terpenting agar modal yang diputar benar-benar mampu tumbuh. "Harus ada target, agar modal tidak menyusut. Cara pandang baru ini yang kita tekankan dalam Program HIPMI Goes To Campus," tutupnya. (kdk)