JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

MANGUPURA-fajarbali.com | Wakil rakyat di DPRD Badung menilai, jajaran Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung sejak dilantik tiga bulan lalu belum ada gebrakan yang dilakukan untuk memajukan pasar yang dikelola.

Legislator Badung pun mengingatkan jajaran direksi untuk segera bergerak mewujudkan komitmen memajukan perusahaan pelat merah, sehingga mampu berkontribusi terhadap pendapatan Badung.

"Saya belum lihat gebrakan yang dilakukan, sepertinya adem-adem saja. Kami di dewan sudah mendukung apa setiap program yang rancang, dan sekarang kami minta direksi serius mewujudkan komitmen itu," ujar Ketua DPRD Badung, I Putu Parwata, Minggu (19/5/2019).

Menurutnya, banyak hal yang harus dirancang dalam pengelolaan, baik dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), inovasi, manajemen dan lainnya. "Perusahaan daerah harus betul-betul mengelola manajemen, pengebangan inovasi, SDMnya, harus dari hulu dan hilir dipikirkan," ungkapnya.

Selain perbaikan dari sisi internal, peran PD Pasar memajukan perekonomian Badung juga harus ditingkatkan. Salah satunya memfasilitasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar bertumbuh, sehingga masyarakat mandiri dalam bidang ekonomi. "Misalnya, membangun pasar higienis yang menjadi kebutuhan mendesak bagi Badung. Hal ini bertujuan untuk memberikan kepastikan akses pasar bagi kalangan pelaku UMKM," jelasnya.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan ini mengatakan komitmen memajukan Perumda telah tertuang dalam fakta integritas yang ditandatangani oleh jajaran direksi dihadapan Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta. "Mental kerja harus diperbaiki, kalau kerja jam 8 yaa jam 8 harus kerja. Inovasi, perbaikan manajemen, SDM harus dilakukan, sehingga output yang diharapkan benar-benar bermanfaat. Kalau tidak mampu kan sudah ada komitmen dalam fakta integritas untuk meletakan jabatan," tegasnya.

Berita sebelumnya, Bupati Giri Prasta ingin ada reward dan hukuman bagi pegawai Perumda Pasar Mangu Giri Sedana. Putra Badung ini memberi deadline enam bulan kepada jajaran direksi baru untuk membenahi perusahaan plat merah tersebut. Bila dalam enam bulan dianggap gagal, bupati mengancam akan mencopot ketiganya. "Maksimal kami beri waktu enam bulan. Kalau tidak bisa (memimpin Perumda) maka pakta integritas berlaku. Tidak ada peringatan, selesai dah di situ," katanya.

Pembenahan yang dimaksud Bupati adalah membenahi kinerja dan disiplin pegawai. Pasalnya, postur kepegawaian di PD Pasar sangat banyak, sementara kinerjanya dinilai belum sesuai harapan. “Pakta integritas juga berlaku bagi pegawai. Kami ingin ada reward dan hukuman kepada pegawai yang bekerja di situ. Kalau memang tidak mampu, lebih baik mengundurkan diri,” tandas Bupati Giri Prasta. Dia meminta ketiga direksi menjadi leader yang baik, sehingga bisa ditiru oleh jajaran pegawai.

Selain itu, bupati asal Desa Pelaga, Kecamatan Petang, itu juga memberikan catatan atas kinerja sejumlah pasar yang dikelola Perumda Pasar Mangu Giri Sedana yang tidak maksimal. Menurut Bupati Giri Prasta, yang paling menonjol hanya Pasar Hewan Beringkit, Pasar Kuta I, Pasar Kuta II, dan Pasar Nusa Dua. Sementara, pasar lainnya belum terlalu kelihatan, seperti Pasar Kapal, Pasar Sembung, dan Pasar Kertha Sari atau Pasar Latu. (put)