EKONOMI
Typography

MANGUPURA - fajarbali.com | Annual Internasional Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED) atau Forum Internasional Tahunan tentang Pengembangan Ekonomi dan Kebijakan Publik adalah forum tahunan Kementerian Keuangan yang mempertemukan para pembuat kebijakan, akademisi, ekonomi, dan sektor swasta untuk terlibat dalam diskusi tingkat tinggi tentang isu-isu utama pembangunan. Pada tahun ini, AIFED digelar di Inaya Putri Bali Hotel, Nusa Dua mulai dari tanggal 5-6 Desember 2019.

 

Pada bulan Desember 2019, untuk ke 9 kalinya Badan Kebijakan Fiskal akan menjadi tuan rumah AIFED yang akan mengeksplorasi isu-isu terkait dengan strategi baru untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

"Tujuan utama forum ini adalah untuk mendapatkan wawasan yang akan membantu pemerintah Indonesia merumuskan kebijakan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Arif Baharudin dalam sambutannya, Kamis (05/12/2019).

Arif Baharudin menambahkan, ini penting karena Indonesia berada di tengah-tengah fase perkembangannya untuk menghindari perangkap pendapatan menengah dan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Topik dari AIFED ke-9 adalah “Thriving Indonesia: Memperkuat Strategi untuk Meningkatkan Produktivitas dan Meningkatkan Daya Saing”.

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan RI, Suahasil Nazara mengungkapkan, Indonesia perlu meningkatkan produktivitas, terutama produktivitas tenaga kerja, untuk mendorong transformasi struktural negara dan meningkatkan daya saing di pasar global. "Produktivitas dan peningkatan daya saing Indonesia difokuskan pada sisi kapital (modal), tenaga kerja (human capital atau SDM) dan teknologi (alih teknologi)," ujar Suahasil Nazara.

"Melalui forum ini, kami ingin menguraikan masalah-masalah ini melalui bertukar pandangan dan ide dengan berbagai pihak dalam mengidentifikasi tantangan, dan menyiapkan strategi kebijakan fiskal untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi Indonesia," tambahnya. 

Seminar ini diharapkan menghasilkan input yang berguna bagi pembuat kebijakan untuk mengantisipasi perubahan dalam lingkungan ekonomi global, terutama dalam konteks produktivitas dan daya saing, sebagai salah satu prioritas pembangunan utama pemerintah dalam RPJMN 2020-2024.

Dalam AIFED ini hadir pula Direktur Jenderal di Asian Development Bank (ADB), Ramesh Subramaniam, Dekan Asian Development Bank Institute (ADBI), Naoyuki Yoshino, serta Direktur Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Kemenkeu Indonesia, Hidayat Amir. (dar).