JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

MANGUPURA - fajarbali.com |  PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) yang merupakan sinergi dua BUMN yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Taspen (Persero) di usianya ke lima tahun sukses bukukan laba Rp 456 miliar. Pertumbuhan laba ini meningkat 36,8 persen secara  year on year (yoy). Hal tersebut terungkap saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Mantap Tahun Buku 2019 di Badung, Jumat (14/2/2020).

 

 

Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso menjelaskan, hingga akhir bulan Desember 2019 total aset ada di posisi Rp 26,95 triliun atau tumbuh sekitar 28,7 persen. Dana Pihak ke-3 mencapai Rp 19,86 triliun atau tumbuh sampai dengan 30,2 persen. Penyaluran kredit berkisar Rp 20,31 triliun atau meningkat sampai 30,9 persen. Capaian ini memposisikan laba bersih Rp 456 miliar atau tumbuh sampai dengan 36,8 persen dari periode tahun sebelumnya. 

 

RUPST Tahun Buku 2019 memutuskan untuk membagikan deviden sebesar Rp 136,86 miliar. Nominal tersebut merupakan 30 persen dari laba bersih perseroan tahun 2019 sebesar Rp 456 miliar yang meningkat 36,8 persen secara year on year (yoy). Penetapan besaran dividen tersebut telah memperhatikan kebutuhan likuiditas perseroan dalam mengembangkan bisnis Tahun 2020, serta sebagai bentuk apresiasi perseroan kepada pemegang saham atas kepercayaan dan dukungan kepada Bank Mantap.

 

“Dengan meningkatnya pembagian deviden dari tahun buku 2018 yakni Rp 100 miliar, mengindikasikan bahwa permodalan Bank Mantap sehat dengan rasio kecukupan modal bank (CAR) sebesar 21,75 persen. Meningkatnya laba bersih dan deviden tersebut ditopang pertumbuhan kredit sebesar Rp 20,31 miliar yang tumbuh 30,9 persen secara tahunan,” ujar Josephus.

 

Selain itu, Josephus menambahkan bahwa RUPST Tahun Buku 2019 menyetujui komposisi laba bersih tahun 2019 selain untuk deviden, yaitu cadangan wajib sebesar 1,10 persen atau senilai Rp 5 miliar dan laba ditahan sebesar 68,90 persen atau senilai Rp 314 juta. Dalam RUPST Bank Mantap selain mengesahkan laporan keuangan tahun 2019 dan pembagian deviden juga mengubah susunan pengurus sebagai bagian dari aksi korporasi.

 

“RUPST pada tahun ini mengubah susunan pengurus perseroan, adapun pergantian Dewan Komisaris yaitu Edhi Chrystanto yang menjabat Komisaris Independen berhenti secara hormat serta pada Jajaran Direksi yaitu Nurkholis Wahyudi yang ditarik penugasannya ke Bank Mandiri dan digantikan oleh Agus Sanjaya sebagai Direktur Bisnis. Bank Mantap telah memiliki sistem pengelolaan organisasi yang baik, sehingga pergantian pengurus tidak akan mempengaruhi kinerja perseroan dalam merealisasikan seluruh rencana bisnis dalam jangka pendek maupun jangka panjang,” jelas Josephus.

 

Saat ini Bank Mantap mempunyai jaringan kantor sebanyak 416 jaringan yang tersebar di 34 provinsi. Dengan target pertumbuhan rata-rata 30 persen pada tahun 2020 Bank Mantap akan terus fokus pada pensiunan mengingat tahun 2019 telah tersalurkan sekitar Rp 19 triliun sehingga akan meningkat pada tahun 2020 di angka Rp 26 triliun. "Pertama Mantap sudah mulai ada di semua wilayah, jaringan sudah ada di semua wilayah dan kita juga fokusnya clear di bisnis pensiunan dan kita memang menggerakkan semua orang kita disana. Sehingga kita bisa dapat pertumbuhan kita kurang lebih 30 persen lah memang kita genjot sih," tutup pria yqng akrap disapa Jos itu. (kdk).