JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

MANGUPURA - fajarbali.com | Menyusul diberlakukannya masa tanggap darurat Nasional yang disebabkan oleh Covid-19 di Indonesia, bersama dengan itu juga pemerintah memberlakukan berbagai aturan ataupun kebijakan selama masa tanggap darurat guna pencegahan penyebaran virus Covid-19.

 

 

 

Sehubungan dengan hal tersebut, maka pengelola gedung AB•BC Building dan PT. Heri Pemad Manajemen selaku pelaksana dan pengelola kegiatan program seni di AB•BC Building, memutuskan untuk menunda dan menjadwalkan ulang program-programnya.

 

"Sedianya tahun 2020 ini kami sudah merencanakan dua program pameran yaitu Balinese Masters 2020 yang akan berlangsung pada bulan Mei-Juli 2020, dan ART•BALI 2020 yang akan berlangsung pada bulan Oktober 2020-Januari 2021. Namun, mengingat krisis layanan kesehatan Nasional yang masih berlangsung hingga hari ini, dan dampak pandemi 

global yang masih sangat sulit diprediksi hingga beberapa bulan ke depan, maka Heri Pemad Management (HPM) selaku penyelenggara program, 

akan menggeser waktu penyelenggaraan ke tahun 2021," ungkap Direktur PT. Heri Pemad Manajemen, Heri Pemad, Senin (18/5/2020).

 

Sementara itu, kegiatan Balinese Masters 2020, awalnya dijadwalkan berlangsung dari bulan April-Juni, persiapan pameran sudah dilakukan mulai sejak bulan Januari, dan beberapa seniman juga sudah menyatakan keterlibatannya. Namun, melihat situasi yang berkembang di bulan Maret sudah memaksa para penyelenggara untuk berdiskusi ulang kemungkinan pameran dapat dilaksanakan pada akhir bulan Mei.

 

"Namun, melihat perkembangan yang ada hingga saat ini, akhirnya kami harus putuskan untuk tunda dan menggeser pameran di tahun 2021,” ujar Direktur AB•BC Building, I Made Aswino Aji.

 

Aswino Aji menambahkan, pameran bertajuk Balinese Masters adalah program pameran yang berfokus pada pembahasan jejak kesejarahan dan pencapaian artistik para seniman Bali. "Dari perhelatan ini kita dapat menemukan beberapa spektrum perkembangan seni rupa Bali dilihat dari berbagai karya para seniman yang tinggal di Bali maupun di luar pulau Bali," jelasnya.

 

ART•BALI sebagai salah satu pameran seni berskala besar dan bertaraf internasional di Indonesia dengan tujuan untuk membangun ekosistem 

seni dan budaya di Bali khususnya. ART•BALI adalah salah satu pintu masuk yang memicu lahirnya peristiwa-peristiwa lain, serta sebagai upaya baru untuk memahami realitas yang terjadi hari ini.

 

“Dengan berat hati kami harus menunda semua kegiatan di AB•BC Building, keputusan ini diambil karena dorongan Force Majeure (keadaan 

memaksa). Program Balinese Master, Art Bali dan kegiatan lainnya akan kami jadwalkan ulang di tahun 2021," ucap Heri Pemad.

 

Krisis ini jelas memukul secara telak ekonomi seni rupa yang selama ini bertumpu pada penyelenggaraan pameran sebagai jalur distribusi 

produk-produknya. Pihaknya percaya bahwa para perupa adalah golongan yang tidak pernah mengenal kata menyerah di hadapan krisis apapun.

 

"Sejarah telah membuktikan bagaimana karya-karya seni besar justru dapat lahir di tengah situasi kemanusiaan yang sulit dan pelik. Dan kami percaya bahwa krisis ini tidak akan selamanya melahirkan pesimisme dan situasi muram. Selalu ada secercah cahaya di tengah kegelapan. Mari bekerja dan berdoa terus, untuk Indonesia yang lebih baik," pungkasnya.(dar).