JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

MANGUPURA - fajarbali.com | Dalam upaya membantu masyarakat yang terdampak Covid-19, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia Persero (Indonesia Tourism Development Corporation/ITDC), Jumat (22/5) menyerahkan 500 paket sembako di tiga desa penyangga The Nusa Dua, yaitu Desa Adat Bualu, Peminge, dan Kampial di Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

 

 

Direktur Pelaksana The Nusa Dua, I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, bantuan tersebut serahkan untuk masyarakat terdampak Covid-19. "Bantuan itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan ITDC Lawan Corona, Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dalam mendukung pencegahan penyebaran virus corona di lingkungan masyarakat desa penyangga The Nusa Dua," ungkapnya.

 

Gusti Ngurah Ardita memaparkan, bantuan itu ditujukan bagi pedagang di pantai, pedagang asongan, nelayan, terapis dan rumah tangga yang tidak mampu. "Bantuan ini tentu dibagikan kepada profesi masyarakat sekitar kawasan The Nusa Dua yang paling terkena dampak pandemi Covid-19 di bidang pariwisata karena menurunnya kunjungan ke The Nusa Dua," ujarnya.

 

Bantuan itu merupakan bentuk kepedulian ITDC kepada masyarakat desa penyangga yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari pengembangan dan pengelolaan kawasan pariwisata The Nusa Dua. "Bantuan paket sembako dari BUMN pengembang dan pengelola destinasi pariwisata The Nusa Dua, Bali dan The Mandalika, NTB itu masing-masing terdiri dari beras, minyak goreng, mie instan dan gula pasir," jelas Gusti Ngurah Ardita.

 

Sebelumnya, The Nusa Dua, ITDC juga telah menyerahkan bantuan wastafel portable bagi masyarakat khususnya yang melakukan aktivitas di tiga pasar desa adat dan masker bagi masyarakat di Kelurahan Benoa, bantuan paket masker dan hand sanitizer bagi jurnalis, serta bantuan peralatan dan bahan disinfektan bagi desa penyangga.

 

"Kami berharap bantuan ini dapat digunakan sebaik-baiknya oleh para penerima. Selain itu, kami juga berharap agar pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga industri pariwisata dapat bangkit kembali," tutupnya. (dar).