JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI
Typography

AMLAPURA-fajarbali.com | Dampak erupsi Gunung Agung benar-benar membuat perekonomian Karangasem anjlok. Yang paling kentara adalah harga property di Kabupaten Karangasem.

Bahkan, harga property baik tanah maupun rumah di Karangasem turun hingga 50 persen. Apalagi property yang lokasinya berada di kawasan rawan bencana, baik bencana awan panas maupun potensi lahar dingin.

Salah seorang pengusaha Property, Putu Sumantra, Senin (12/2/2018) mengatakan, kondisi bencana gunung Agung memang benar-benar cukup berat dirasakan masyarakat Karangasem.

Turunya minat warga membeli property, selain karena lesunya perekonomian, warga juga memilih untuk mengalihkan investasinya ketempat yang lebih aman.

“Kondisinya sangat anjlok, mereka memilih berinvestasi di lokasi aman,” ujar Sumantra.

Ia pun mencontohkan, lokasi perumahan di Jalan Ahmad Yani Karangasem, harganya turun sampai 50 persen. Sebelum status Gunung Agung meningkat, perumahan jalan Ahmad Yani termasuk salah satu lokasi yang menjadi pavorit bagi konsumen.

Namun saat ini, harga yang sebelumnya Rp 130 juta per are, namun hanya laku Rp 67 juta per are. “Mereka juga berpikir untuk berinvestasi di sini, mengingat masih waswas,” ujarnya.

Sumantra juga mengatakan, untuk saat ini kebanyakan permintaan dari konsumen untuk membeli rumah yang harganya di bawah Rp 250 juta. Pihaknya juga optimistis lesunya bisnis property di Karangasem akan kembali membaik. Apalagi kondisi Gunung Agung statusnya sudah menurun sehingga diharapkan akan mempengaruhi geliat perekonomian di Karangasem.

Hal serupa juga disampaikan Gusti Ayu Nyoman Sekreni,pengusaha property yang menyediakan perumahan di Jalan Veteran, Amlapura. Menurutnya, menurunya harga property sudah dirasakan mulai September tahun lalu. Bahkan, kini banyak warga yang sebelumnya membeli perumahan di Jalan Veteran menjual kembali rumah mereka. “Sepi sudah sejak September tahun lalu,” ujar Sekreni. (bud)