FIGC Dekati Pep Guardiola untuk Latih Timnas Italia Hadapi Euro 2028
FajarBali.co.id Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mendekati Pep Guardiola untuk mengambil alih kursi pelatih Timnas Italia, menghadapi tantangan besar membangun kembali tim yang mengalami penurunan performa beberapa tahun terakhir, dilansir dari Bola.
Italia, yang memiliki warisan empat gelar Piala Dunia dan dua trofi Piala Eropa, gagal lolos ke tiga edisi Piala Dunia secara beruntun terakhir. Terbaru, mereka tersingkir di babak play-off Piala Dunia 2026 setelah kalah adu penalti dari Bosnia-Herzegovina, yang berujung pada pengakhiran masa kepelatihan Gennaro Gattuso pada April.
FIGC menempatkan Guardiola sebagai kandidat utama untuk memimpin proyek pemulihan tim nasional yang kompleks. Jika menerima, ini menjadi transisi penting dari sepak bola klub ke dinamika tim nasional dengan jeda internasional yang lebih panjang.
Tantangan utama Guardiola adalah mengembalikan mental juara Italia yang sempat menjuarai Euro 2021, namun performa internasional kembali merosot. Saat ini, Italia berada di peringkat ke-15 dunia, menunjukkan kebutuhan regenerasi pemain dan konsistensi performa yang mendesak.
Guardiola dikenal dengan kemampuannya membangun identitas permainan kuat, setelah sukses membawa Barcelona dan Manchester City meraih banyak prestasi. Namun, situasi di tim nasional berbeda karena waktu latihan terbatas dan seleksi pemain harus tepat.
Jika resmi menangani Italia, Guardiola akan fokus memastikan kelolosan ke putaran final Euro 2028 di Inggris dan Irlandia, dimulai dengan babak kualifikasi pada 2027.
Sebelum itu, Italia akan menjalani jadwal padat di UEFA Nations League. Laga pertama yang mungkin dipimpin Guardiola adalah melawan Belgia di Stadion Olimpico Roma pada 25 September, stadion yang pernah menjadi markasnya saat memperkuat AS Roma.
Italia juga akan berhadapan dengan Turki dan Prancis dalam kompetisi yang sama. Enam pertandingan antara September hingga November akan menjadi ujian awal bagi Guardiola dalam membentuk tim sesuai visinya.
Guardiola juga menyatakan kebutuhan akan istirahat setelah satu dekade bersama Manchester City, yang menjadi pertimbangan dalam mengatur ritme kerja di tim nasional dan kebutuhan pemulihan pemain.