JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Buleleng Peringkat Tiga Peredaran Narkotika di Bali

BULELENG
Typography

SINGARAJA-fajarbali.com | Peran jajaran kepolisian dan semua pihak yang ada di Kabupaten Buleleng dalam menekan angka peredaran obat-obatan terlarang seperti narkotika di Kabupaten Buleleng yang telah beberapa kali melakukan penyuluhan, sosialisasi dengan masyarakat hingga melakukan sosialisasi dengan para siswa di beberapa sekolah sepertinya tidak menemui hasil yang maksimal.

Bahkan menurut data yang berhasil dikumpulkan tingkat peredaran barang terlarang seperti narkotika di Bumi Denbukin semakin hari semakin menjamur. Sebagai bukti, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali menyebutkan Kabupaten Buleleng merupakan kabupaten menduduki peringkat ketiga dalam kasus narkotika di Bali. “Bila dilihat dari tingkat peredaran narkotika yang ada dimana Buleleng dinilai berada di zona kuning peredaran narkotika,” sebut Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Putu Gede Swastawa saat berada di BNNK Buleleng, Selasa (10/7/2018).

Swastawan menyebutkan Kabupaten Buleleng merupakan kabupaten yang memiliki peringkat ketiga dalam peredaran narkotika setelah Badung dan Denpasar. Dari peringkat yang dimiliki buleleng hal itu menjadi peratian penuh dari pihak BNNP Bali guna melakukan pencegahan terhadap peredaran benda-benda terlarang. Meski demikian, Swastawa enggan menyebutkan data kasus narkoba di Buleleng. Hanya saja, Ia menyebutkan jika pelaku penylah gunaan narkoba yang selama ini ditangani, didominasi oleh usia 21 hingga 45 tahun.

Kepala BNNK Buleleng Gede Astawa mengatakan bahwa BNNK Buleleng dibentuk sebagai penguatan lembaga untuk melakukan pencegahan peredaran narkoba di Buleleng. Menurutnya, ada empat tugas pokok dan fungsi dari BNNK dalam menjalankan kewajiban. Mulai dari Sosialisasi, Pemberdayaan masyarakat, Pemberantasan, serta Rehab dan Paska Rehab terhadap korban narkoba. Selama beberapa bulan ini terbentuk, BNNK Buleleng lebih gencar melakukan upaya pencegahan dengan melakukan sosialisasi menyasar seluruh lapisan masyarakat.

”Selama beberapa bulan ini setelah kami terbentuk, sudah puluhan kali melakukan penyuluhan demi masyarakat Buleleng. Sosialisasi ini jelas akan lebih efektif, karena bersentuhan langsung kepada masyarakat di bawah,” jelasnya. (ags)