JA Teline V - шаблон joomla Форекс

TABANAN
Typography

TABANAN-fajarbali.com | Warga Desa Bongan, Tabanan menggelar tradisi mesuryak yang rutin digelar setiap hari raya Kuningan. Tradisi mesuryak ini dilakukan untuk mengantarkan roh leluhur kembali ke surga. Mesuryak kembali digelar di Banjar Bongan Gede, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, Sabtu (9/6/2018).

Kelihan Adat Banjar Bongan Gede, I Nyoman Parwata (50) menjelaskan tradisi Mesuryak merupakan tradisi turun temurun yang ada di banjarnya. "Mesuryak bertujuan mengantarkan roh leluhur kembali ke surga. Kami antar dengan suka cita bergembira dengan bersorak sambil melemparkan uang ke udara yang diperebutkan banyak orang," tandasnya. 

Parwata menjelaskan, besarnya uang yang digunakan dalam Mesuryak bervariasi tergantung kemampuan ekonomi warga. Tradisi ini  ada secara turun-temurun tetap dilaksanakan setiap enam bulan sekali bertepatan dengan Hari Raya Kuningan. “Tradisi ini sudah ada sejak agama Hindu ada di Bali, dan kami menggelar setiap enam bulan sekali,” jelasnya.  Besaran uang yang dipakai untuk mesuryak pun tidak dipatok, tergantung taraf ekonomi keluarga masing-masing. 

Prosesi Mesuryak dimulai sekitar pukul 09.00 Wita sampai pukul 11.30. Diawali dengan persembahyangan mulai dari rumah  masing-masing warga, kemudian dilanjutkan di  Pura Khayangan Tiga, selanjutnya di  merajan (Pura Keluarga Besar). Setelah prosesi ini usai, Tradisi mesuryak pun dimulai. Seluruh keluarga besar melangsungkan persembahyangan di merajan memohon keselamatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, begitu juga kepada para leluhur  yang berada di rumah sejak hari raya Galungan hingga Kuningan.

Mesuryak kemudian dilanjutkan dengan membawa segala perlengkapan upacara seperti banten dan sesajen ke depan pintu masuk rumah masing-masing. Selanjutnya para pemangku atau yang dituakan  melantunkan  doa-doa yang ditutup dengan Mesuryak. Masing-masing keluarga memberikan bekal berupa uang logam maupun kertas. Uang tersebut dilemparkan ke udara kemudian disambut warga lainnya. Laki, perempuan anak-anak berebut saling dorong  mendapatkan  uang. Tidak saja warga Banjar Bongan Gede yang berebut uang, yang mengetahui adanya tradisi mesuryak pun ikut berbaur demi mendapatkan rupiah. Suasana mesuryak semakin semarak dengan penampilan barong ngelawang yang turut serta mengiringi tradisi mesuryak. (kdk)