JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Program ‘Sijebol’ Terus Berlanjut

GIANYAR
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | Kadisdukcapil terus melaksanakan tertib administrasi kependudukan. Cara terakhir yang dilakukan adalah dengan menjemput bola dengan program Sijebol (system jemput bola).

Yang mana program ini menjangkau warga di pelosok, utamanya yang sakit tidak bias dating ke Kantor Dukcapil, Pendeta dan tokoh masyarakat termasuk penyandang disabilitas.

Kadisdukcapil Bayangkara, Selasa (11/9/2018) sangat berharap program ‘Sijebol’ tersebut yang merupakan terobosan baru bisas terealisasi mulai Tahun 2019 mendatang.

“Kami, Disdukcapil Gianyar membuat inovasi dengan program Sijebol, Sistem Jemput Bola, strategi peningkatan pelayanan Disdukcapil Gianyar,” terang Bayangkara. Dibebernya program ini akan memberikan pelayan jemput bola kepada warga yang tidak memungkinkan untuk datang ke Kantor Disdukcapil dengan alasan tertentu.

“Kami jemput bola, bagi warga Gianyar, pertama bagi penyandang disabilitas dan sulinggih. Kami berikan pelayanan di rumahnya masing-masing,” jelas Bayangkara. Dicontohkannya, pelayanan administrasi kepada sulinggih dengan jemput bola tersebut, dimana Dukcapil memberikan penghormatan kepada sulinggih.

Program ini juga untuk memperkuat pelayanan, dimana sebelumnya Dukcapil telah memberikan pelayanan dengan Mobil Keliling. Hanya persoalannya, dengan pelayanan mobil keliling tidak bisa menjangkau wilayah pelosok, “Mobil keliling tidak bisa masuk ke pelosok, apalagi masuk gang, sehingga program Sijebol ini menggunakan sepeda motor box dengan system operasi breakdown,” terangnya. Ditambahkannya, sepeda motor box tersebut dengan system delivery, sudah lengkap dengan peralatan perekaman dan terkoneksi jaringan E-KTP.

Dikatakannya, tidak hanya WNI, penduduk WNA pun cenderung tinggal di daerah terpencil dengan akses jalan yang sempit. Sementara kelengkapan administrasi kependudukan  juga wajib dikantongi  warga negara asing yang tinggal di Gianyar. “Sudah banyak orang asing yang terdaftar memiliki ijin tinggal di Indonesia, berdomisili di Gianyar. Ada yang memiliki ijin Tinggal Sementara dan ada pula yang telah memiliki Ijin Tinggal Tetap,” terangnya.

Dikatakannya lagi, pelayanan Sijebol tersebut, bukan saja untuk memberikan pelayanan E-KTP, namun seluruh administrasi kependudukan akan dilayani, baik lahir, menikah, pindah ataupun meninggal. “Namun pelayanan ini bagi warga yang disabilitas, sulinggih atau warga yang sakit tidak memungkinkan datang ke Dukcapil,” tambahnya.

Putu Gede Bayangkara optimis system ‘delivery service’ ini bisa terealisasi tahun 2019. Karena pelayanan administrasi kependudukan ini juga mendapat perhatian serius Pemkab Gianyar. Bahkan, Asisiten I Asisten Administrasi Umum Setda Gianyar  terus memberi dorongan dalam pemenuhannya dengan sarana motor box ini.

“Untuk tahap awal, rencananya kita menyiapkan motor box sebanyak 7 untuk masing-masing kecamatan,” bebernya. Selain sangat berharap program tersebut bias terealisasi, Bayangkara sendiri menyebutkan SDM yang ada di Disdukcapil sudah memadai untuk operasional motor box tersebut dengan beberapa kali mengikuti pelatihan. (sar)